
Perpanjangan Merek Gagal Bisa Fatal!
Kalau kamu belum tahu apa saja syarat dan dokumen yang harus disiapkan, ada risiko permohonan kamu ditolak.Pelajari Sekarang!
Di Indonesia, merek terdaftar hanya terlindungi selama 10 tahun dan harus diperpanjang agar hak eksklusif tetap aktif. Jika Anda tidak memperpanjang, Anda berisiko kehilangan hak hukum atas merek, sehingga Anda sulit menindak peniru atau pihak yang memakai merek serupa.
Lebih berbahaya lagi, pihak lain bisa mendaftarkan merek tersebut karena sistemnya menganut prinsip first to file. Berikut ini penjelasan mengenai biaya perpanjangan sertifikat merek hingga kapan waktu yang tepat untuk memperpanjang merek.
Perpanjangan merek sebaiknya diajukan sebelum masa perlindungan berakhir agar proses lebih aman dan biayanya lebih ringan. Menurut aturan yang berlaku, sebuah merek terdaftar memiliki masa perlindungan hingga 10 tahun, setelah itu wajib untuk diperpanjang.
Berikut waktu terbaik untuk mengajukan perpanjangan merek bisnis Anda:
Waktu paling ideal adalah 6 bulan sebelum masa berlaku merek habis. Anda masih punya waktu cukup untuk menyiapkan dokumen, melakukan pembayaran PNBP, dan menghindari risiko keterlambatan. Selain itu, biaya yang Anda keluarkan juga masih masuk kategori tarif normal.
Namun jika telat memperpanjang, jangan khawatir karena masih ada masa tenggang hingga 6 bulan setelah waktu merek berakhir. Namun, biaya perpanjangan sertifikat merek di masa tenggang ini lebih mahal daripada pengajuan di waktu ideal.
Jika Anda belum memperpanjang sertifikat merek hingga melebihi masa tenggang, maka merek bisnis Anda sudah tidak bisa diperpanjang lagi.
Anda harus mendaftarkan merek bisnis dari awal seperti mendaftarkan merek baru. Namun risikonya bisa jadi sudah ada pihak lain yang mendaftarkan merek tersebut lebih dulu. Akhirnya Anda berpotensi kehilangan hak atas merek brand yang sudah dibangun selama ini.
Oleh karena itu, sebaiknya Anda mempersiapkan waktu untuk melakukan perpanjangan sertifikat merek minimal 6 bulan sebelum masa berlaku habis.
Biaya perpanjangan sertifikat merek terdiri dari beberapa komponen dan berbeda dipengaruhi oleh status pemohon, jumlah kelas, dan waktu pengajuan. Berikut ini rinciannya:
Jika bisnis Anda termasuk kategori Usaha Mikro dan Kecil (UMK), maka tarif perpanjangan lebih ringan:
Jika Anda pemohon umum (perorangan non-UMK atau badan usaha), tarifnya lebih tinggi:
Selain dua komponen di atas, total biaya yang Anda keluarkan juga dipengaruhi oleh beberapa hal berikut:
Perpanjangan merek dihitung per kelas. Jika merek Anda terdaftar di lebih dari satu kelas, Anda perlu membayar biaya perpanjangan untuk setiap kelas tersebut.
Pemohon UMK biasanya mendapat tarif lebih ringan. Namun, Anda perlu memenuhi persyaratan UMK sesuai ketentuan, termasuk dokumen pendukung.
Anda akan membayar biaya normal jika mengajukan tepat waktu. Namun, jika Anda terlambat dan mengajukan dalam masa tenggang, biaya umumnya lebih tinggi. Karena itu, Anda sebaiknya menyiapkan jadwal perpanjangan sejak jauh hari.
Anda bisa mengurus perpanjangan merek secara online melalui sistem resmi DJKI. Prosesnya cukup praktis, asalkan Anda menyiapkan dokumen dan mengikuti langkahnya dengan benar. Berikut panduan lengkap yang bisa Anda ikuti.
Sebelum mengajukan, pastikan Anda sudah menyiapkan beberapa dokumen penting berikut:
Dokumen yang lengkap akan mempercepat proses dan menghindari revisi berulang.
Langkah berikutnya, Anda perlu membuat kode billing untuk membayar biaya PNBP perpanjangan merek. Setelah billing terbit, Anda bisa melakukan pembayaran sesuai instruksi sistem. Simpan bukti pembayaran karena bukti ini menjadi dasar proses perpanjangan.
Setelah pembayaran selesai, Anda masuk ke akun layanan merek DJKI. Jika Anda belum punya akun, Anda perlu registrasi terlebih dahulu menggunakan email aktif.
Di dalam dashboard, pilih layanan perpanjangan jangka waktu perlindungan merek. Pastikan Anda memilih merek yang benar agar tidak salah input data.
Selanjutnya, Anda mengisi formulir perpanjangan sesuai data sertifikat, lalu mengunggah dokumen yang diminta. Periksa kembali sebelum submit, terutama:
Jika semua sudah benar, Anda bisa mengirim permohonan. Setelah itu, Anda tinggal memantau status perpanjangan sampai proses selesai dan sertifikat diperpanjang.
Meskipun proses perpanjangan merek bisa Anda lakukan secara online, banyak pemilik bisnis tetap melakukan kesalahan yang membuat pengajuan terlambat, tertunda, bahkan berisiko gagal.
Padahal, perpanjangan merek adalah langkah penting untuk menjaga hak eksklusif atas brand yang sudah Anda bangun. Agar Anda tidak mengulang kesalahan yang sama, berikut beberapa kekeliruan yang paling sering terjadi saat memperpanjang sertifikat merek.
Kesalahan paling umum adalah menunda sampai mendekati masa berakhir, atau baru mengurus ketika merek sudah lewat masa berlaku. Akibatnya, Anda bisa masuk masa tenggang dan harus membayar biaya perpanjangan sertifikat merek lebih mahal.
Lebih parah lagi, jika Anda melewati batas masa tenggang. Anda harus mendaftar ulang dari awal dan merek Anda berisiko didaftarkan pihak lain.
Banyak pelaku usaha lupa bahwa biaya perpanjangan merek dihitung per kelas. Jika merek Anda terdaftar di beberapa kelas, Anda perlu memperpanjang semuanya. Kesalahan perhitungan ini sering membuat anggaran kurang dan proses terhambat karena pembayaran tidak sesuai.
Perubahan nama, alamat, atau status badan usaha sering terjadi dalam bisnis. Namun, pemilik merek kadang tidak memastikan data pada sertifikat masih relevan. Ketidaksesuaian data bisa memicu revisi dan membuat proses perpanjangan menjadi lebih lama.
Kesalahan teknis seperti dokumen tidak terbaca, format file tidak sesuai, atau surat pernyataan tidak benar juga sering terjadi. Masalah ini terlihat sepele, tetapi dapat membuat permohonan Anda tertunda karena harus perbaikan.
Mengurus perpanjangan sendiri memang bisa, tetapi Anda tetap perlu memahami alur sistem, tahapan pembayaran, dan kelengkapan dokumen. Jika Anda belum terbiasa, prosesnya bisa memakan waktu dan berisiko salah langkah.
Masih ada kesempatan 6 bulan setelah masa berlaku habis untuk mengajukan perpanjangan dengan membayar denda keterlambatan sebesar biaya perpanjangan.
Pembayaran biaya perpanjangan sertifikat merek dilakukan bersamaan saat hendak memperpanjang sertifikat merek. Idealnya pembayaran dilakukan sejak 6 bulan sebelum masa perlindungan merek berakhir.
Uang yang telah dibayarkan ke DJKI tidak kembali. Jadi, pahami alasan penolakan, serta siapkan registrasinya dengan baik.
Perpanjangan Bukan Formalitas, Tapi Investasi Jangka Panjang
Kamu perlu tahu kenapa perpanjangan merek bukan sekadar prosedur administratif, tapi bagian dari strategi brand yang berkelanjutan.Pelajari Sekarang!
Jika Anda ingin proses yang lebih aman, cepat, dan minim risiko, Anda bisa menggunakan jasa perpanjangan merek dari profesional. Dengan pendampingan yang tepat, Anda tidak perlu repot mengecek detail teknis, menyiapkan dokumen berulang, membayar biaya perpanjangan sertifikat merek lebih mahal, atau takut salah input data.
Selain itu, Anda bisa:
Jika Anda ingin proses perpanjangan merek berjalan lancar tanpa ribet, hubungi tim Jasa Perpanjangan Merek sekarang dan konsultasikan kebutuhan bisnis Anda. Merek aman, bisnis pun tenang.