Mudah! Begini Cara Merespon Pendaftaran Merek Ditolak

Highlights
  • Pendaftaran merek ditolak umumnya dipicu kemiripan nama atau kesalahan memilih kelas yang membuat merek dianggap berpotensi meniru.
  • Pemahaman soal kenapa merek ditolak membantu bisnis menghindari strategi branding yang salah sejak awal.
  • Dampak penolakan bisa meluas, mulai dari risiko rebranding mahal, sengketa hukum, hingga ekspansi bisnis yang tertahan.
  • Cara mengajukan tanggapan merek ditolak perlu disusun dengan argumen yang logis serta bukti penggunaan merek agar peluang lolos lebih besar.
  • Jalur paling aman untuk memperkuat posisi merek dapat ditempuh melalui jasa banding merek agar prosesnya lebih terarah dan minim risiko ditolak ulang.
Pendaftaran Merek Gagal? Bisa Jadi Salah Pilih Jasa!

Banyak layanan yang menjanjikan kemudahan, tapi tidak semua memberikan perlindungan maksimal. Ketahui cara memilih jasa pendaftaran merek yang benar agar tidak salah langkah!

Lihat Panduannya di Sini!!

Apa yang Terjadi Ketika Pendaftaran Merek Ditolak?

Merek merupakan identitas, reputasi, sekaligus tanda tangan yang membuat produk mudah dikenali pasar. Maka saat pendaftaran merek ditolak, efeknya sering terasa seperti pintu legalitas yang tertutup saat bisnis mulai berkembang.

Namun jika penolakan terjadi, bukan berarti semuanya selesai. Penolakan merek justru sering jadi sinyal jika ada detail teknis yang perlu dibenahi. Banyak pengusaha mengalami hal serupa, bahkan brand besar pun pernah tersandung proses pemeriksaan.

Bedanya, mereka paham cara membaca masalah dan tahu jalur penyelamatannya. Hal penting yang harus dilakukan ialah tidak panik. Dalam banyak kasus, merek masih bisa diperjuangkan lewat tanggapan, revisi strategi, atau pengajuan ulang dengan pendekatan yang lebih tepat.

Kenapa Merek Ditolak? Ini Penyebab yang Paling Sering Terjadi

Saat pendaftaran merek ditolak, penting untuk memahami apa yang menjadi sebab musabab. Tanpa memahami penyebabnya, bisnis hanya akan mengulang kesalahan yang sama. 

Nah, berikut alasan yang paling sering membuat permohonan merek mentok di meja pemeriksa:

1. Terlalu Mirip dengan Merek yang Sudah Terdaftar

Ini jadi penyebab paling klasik. Banyak pemilik bisnis merasa nama yang dipilih sudah unik. Padahal, di database DJKI ternyata ada merek dengan bunyi, penulisan, atau pengucapan yang serupa. Kemiripan tidak selalu harus sama persis.

Seperti misalnya nama merek Kopi Rasa Nusantara, bisa dianggap dekat dengan nama Kopi Rasa Nusa. Akan lebih fatal lagi jika berada di kelas produk yang sejenis. Pemeriksa biasanya akan menilai potensi konsumen tertukar.

2. Nama Merek Terlalu Deskriptif

Nama merek yang hanya menjelaskan produk sering dianggap lemah secara identitas. Contoh, Toko Sepatu Murah atau Jasa Cuci Motor Bersih. Secara logika bisnis, nama seperti itu memang mudah dipahami konsumen.

Namun secara hukum, unsur tersebut dianggap terlalu umum sehingga tidak bisa dimonopoli satu pihak. Merek harus punya pembeda yang menonjol, jangan hanya sekedar ada tulisan nama di label produk.

3. Mengandung Unsur yang Menyesatkan

Beberapa kata atau simbol bisa memicu penolakan karena dianggap sensitif atau menyesatkan. Misalnya penggunaan lambang negara, nama lembaga resmi, hingga istilah yang mengarah pada sertifikasi atau klaim tertentu. 

4. Kelas Merek Tidak Sesuai dengan Produk atau Jasa

Penolakan permohonan merek sering terjadi ketika pemilik usaha mendaftarkan merek pada kelas yang tidak semestinya. Misalnya, jika produk makanan didaftarkan di kelas yang tidak relevan, pemeriksa bisa menganggap permohonan tidak tepat sasaran.

5. Logo atau Elemen Visual Pasaran

Banyak kasus penolakan terjadi karena logo dianggap mirip secara gaya bentuk, komposisi huruf dan warna, atau simbol. Logo dengan ikon mahkota, daun, atau lingkaran memang terlihat umum. Namun jika bentuknya terlalu mirip dengan merek lain yang sudah terdaftar, potensi penolakan tetap tinggi.

Apa yang Harus disiapkan Saat Merespon Pendaftaran Merek Ditolak?

Menjawab penolakan daftar merek butuh persiapan yang rapi agar tanggapan terlihat kuat, logis, dan mampu meyakinkan pemeriksa. Berikut beberapa hal penting yang wajib disiapkan sebelum mengirim respons resmi:

  • Surat Penolakan DJKI: Pahami alasan utama penolakan secara detail, apakah terkait kemiripan merek, kesalahan kelas, unsur deskriptif, atau indikasi peniruan.
  • Bukti Penggunaan Merek: Siapkan dokumen yang menunjukkan merek sudah aktif dipakai seperti kemasan, label, marketplace, invoice, hingga dokumentasi promosi agar merek terlihat meyakinkan.
  • Analisis Perbandingan Merek: Buat pemetaan perbedaan secara jelas dari sisi bunyi pengucapan, struktur kata, hingga konsep visual supaya argumen tidak terdengar seperti opini sepihak.
  • Strategi Penguatan Identitas: Siapkan opsi penambahan unsur pembeda atau perbaikan penulisan merek agar peluang diterima lebih realistis tanpa mengorbankan identitas bisnis.
  • Draft Tanggapan yang Terstruktur: Susun jawaban dengan bahasa formal yang tegas, rapi, dan berbobot sehingga tanggapan terkesan membangun pembuktian yang kuat.

Dampak Jika Pendaftaran Merek Ditolak dan Dibiarkan

Penolakan merek bukanlah hal sepele, terutama bagi bisnis yang sedang membangun pasar. Jika pendaftaran merek ditolak lalu dibiarkan begitu saja, dampaknya bisa merembet ke banyak hal seperti berikut:

1. Identitas Bisnis Jadi Rapuh

Jika status merek belum sah, maka bisnis sebenarnya belum punya pagar legal untuk melindungi identitas tersebut. Dalam kondisi ini, pihak lain dapat memakai nama serupa, bahkan ada risiko merek tersebut justru didaftarkan oleh kompetitor lebih dulu.

2. Ekspansi Bisnis Terhambat

Banyak kerja sama bisnis modern membutuhkan bukti legalitas merek, terutama ketika ingin masuk jalur distributor, supermarket, atau mitra investasi. Bisnis sering dianggap belum punya pondasi kuat jika mereknya belum terdaftar.

3. Biaya Branding Terancam Sia-sia

Branding itu mahal, tetapi kerugian branding yang gagal jauh lebih menyakitkan. Saat merek ditolak lalu dibiarkan, bisnis tetap berjalan memakai nama yang belum aman. Jika suatu saat merek harus diganti, semua aset visual bisa menjadi sampah bisnis yang merugikan dari segi material.

4. Potensi Sengketa Hukum Meningkat

Penolakan merek sering jadi sinyal jika ada kemiripan dengan merek lain. Jika bisnis tetap memakai merek tersebut tanpa penyelesaian, risiko sengketa akan terbuka lebar. Dampaknya bukan cuma uang, tetapi juga waktu, tenaga, dan fokus bisnis ikut terkuras.

5. Kepercayaan Pasar Bisa Turun

Di mata konsumen, brand yang kuat akan terlihat konsisten. Namun ketika status merek tidak jelas, bisnis akan sulit membangun reputasi jangka panjang. Perubahan nama mendadak, revisi logo karena terpaksa, atau penghapusan akun marketplace akibat sengketa dapat membuat pelanggan bingung.

FAQ

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengajukan merek?

Umumnya 8-12 bulan sampai sertifikat terbit, jika pendaftaran merek ditolak biasanya lebih lama.

Merek yang sudah punya sertifikat apakah masih berpotensi terkena masalah?

Ya jika ada gugatan, sengketa, atau merek tidak digunakan dalam jangka waktu lama.

Apakah merek bisnis dan merek produk boleh sama?

Boleh, bahkan lebih bagus untuk membangun identitas brand yang konsisten.

Pendaftaran Merek Itu Mudah, Asal Pilih Jasa yang Tepat!

Jangan tergiur harga murah tanpa memastikan kualitas layanan. Ketahui cara memilih jasa pendaftaran merek yang benar-benar bisa melindungi merek bisnismu dengan maksimal.

Simak Panduan Lengkapnya!

Respon Cepat Saat Merek Ditolak Bersama Jasa Merek

Merespon pendaftaran merek ditolak perlu strategi yang lebih rapi. Jika proses tanggapan dilakukan tanpa pemahaman aturan dan tanpa pembuktian yang kuat, risiko penolakan ulang akan semakin besar.

Agar merek bisa diperjuangkan dengan langkah yang lebih aman, jasa banding Merek di platform Jasa Merek dapat menjadi solusi yang tepat. Jasa Merek akan siap jadi pendamping guna melakukan penyusunan argumen yang meyakinkan.

Prosesnya disusun dengan pendekatan yang strategis sehingga peluang merek lolos menjadi jauh lebih realistis. Jika bisnis ingin merek tetap berdiri kokoh dan tidak gampang digeser kompetitor, segera ambil tindakan pengamanan bersama Jasa Merek.

Tasya Mandarira Avatar

Tasya Mandarira

Legal Intellectual Property Expert M.H

Ahli Sengketa Merek berpengalaman 8+ tahun di bidang hukum merek, dengan fokus pada berita merek, kasus merek, dan jurnal merek. Memiliki keahlian dalam penyusunan konten regulasi dan panduan merek mulai dari tahap pra permohonan hingga pasca permohonan.

Areas of Expertise: Berita Merek, Kasus Merek, Jurnal Merek, Pra Permohonan, Pasca Permohonan

Authors (2)

Tasya Mandarira

Primary Author
Legal Intellectual Property Expert M.H
Ahli Sengketa Merek berpengalaman 8+ tahun di bidang hukum merek, dengan fokus pada berita merek, kasus merek, dan jurnal merek.…
Artikel Terkait
Panduan Biaya Perpanjangan Sertifikat Merek untuk UMK dan Umum

Panduan Biaya Perpanjangan Sertifikat Merek untuk UMK dan Umum

Jasa Pengurusan Perpanjangan Merek sebagai Pilar Bisnis

Jasa Pengurusan Perpanjangan Merek sebagai Pilar Bisnis

Perubahan Merek Dagang sebagai Pertimbangan Strategis Bisnis

Perubahan Merek Dagang sebagai Pertimbangan Strategis Bisnis

Jasa Banding Penolakan Merek sebagai Penyelamat Brand

Jasa Banding Penolakan Merek sebagai Penyelamat Brand

Jadwal Perpanjangan Merek sebagai Titik Kritis Bisnis 

Jadwal Perpanjangan Merek sebagai Titik Kritis Bisnis 

Jasa Perpanjangan Merek Resmi untuk Jaga Nilai Bisnismu

Jasa Perpanjangan Merek Resmi untuk Jaga Nilai Bisnismu

Pendaftaran Merek Itu Mudah, Asal Pilih Jasa yang Tepat!