Daftar Merek Indonesia: Panduan Brand Aman untuk Usahawan

daftar merek indonesia
Highlights
  • Daftar merek Indonesia wajib dipahami pemilik usaha agar nama bisnis terbalut perlindungan hukum resmi dan tidak mudah diklaim pihak lain.
  • Perlindungan merek di Indonesia sudah diatur jelas melalui Undang-undang berlaku dan sistem first to file.
  • Proses daftar merek dagang di Indonesia menuntut ketelitian, mulai dari pemilihan kelas, dokumen, hingga tahap pengumuman.
  • Saat ingin mendaftarkan merek, ada hal yang perlu disiapkan, dari mulai nama yang sudah matang hingga identitas resmi pemohon.
  • Sebelum mengajukan permohonan, cek merek terdaftar di Indonesia merupakan kunci awal agar peluang lolos lebih tinggi.

Keuntungan Daftar Merek Indonesia

Dalam jangka panjang, daftar merek Indonesia membantu bisnis lebih siap ekspansi tanpa khawatir nama usaha dipermasalahkan.

Merek yang sudah terdaftar akan membuat identitas bisnis punya perlindungan hukum resmi. Artinya, nama dan logo tidak bisa digunakan sembarangan oleh pihak lain dalam bidang usaha yang sama.

Pemilik merek memiliki hak eksklusif sesuai ketentuan DJKI. Selain memberi keamanan, merek terdaftar juga meningkatkan kredibilitas bisnis. Konsumen cenderung lebih percaya pada brand yang jelas legalitasnya.

Sementara itu, kerja sama dengan distributor, reseller, maupun investor biasanya lebih mudah terjadi karena status merek sudah kuat.

Bagaimana Perlindungan Merek di Indonesia Diatur?

Perlindungan merek di Indonesia punya payung hukum yang jelas. Aturan ini dibuat sebagai pondasi legal yang menentukan siapa pemilik sah sebuah nama bisnis di mata negara. Berikut beberapa hal yang mengatur soal perlindungan merek Indonesia:

  • Undang-undang Merek dan Indikasi Geografis: Perlindungan merek diatur dalam UU Nomor 20, 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Di dalamnya menegaskan jika merek terdaftar punya hak lindung hukum dan hak eksklusif bagi pemiliknya.
  • Sistem First to File: Indonesia menerapkan prinsip first to file, artinya pihak yang pertama mendaftarkan merek akan diakui sebagai pemilik resmi. Kendati pihak lain sudah memakai nama tersebut lebih dulu, hal tersebut masih belum sah jika belum didaftarkan.
  • Hak Eksklusif Pemilik: Merek yang sudah terdaftar memberi hak tunggal untuk memakai nama maupun logo pada kelas barang atau jasa tertentu. Sehingga, pihak lain tidak bisa memakai nama serupa jika berpotensi membingungkan pasar.
  • Perlindungan Per Kelas Merek: Perlindungan tidak berlaku untuk semua bidang sekaligus, melainkan mengikuti klasifikasi kelas. Pemilihan kelas menjadi penentu kuat atau tidaknya posisi merek.
  • Peran DJKI sebagai Otoritas Resmi: Proses daftar merek Indonesia mulai pemeriksaan, pengumuman, hingga penerbitan sertifikat dilakukan oleh DJKI sebagai lembaga resmi negara.
  • Masa Berlaku Perlindungan Merek: Merek yang lolos pendaftaran akan dilindungi selama sepuluh tahun dan dapat diperpanjang, sehingga status merek bisa dijaga dalam jangka panjang.
  • Hak Menolak dan Menggugat Peniruan: Pemilik merek terdaftar berhak menolak penggunaan merek mirip, mengajukan keberatan, bahkan menempuh jalur hukum apabila terjadi peniruan yang merugikan.

Proses pendaftaran Merek di Indonesia

Telah dijelaskan jika daftar merek dagang di Indonesia dilakukan melalui sistem DJKI. Prosesnya terlihat sederhana, tetapi sebenarnya membutuhkan ketelitian. Berikut alur yang biasanya perlu dilalui:

1. Mengukuhkan Identitas yang ingin Didaftarkan

Elemen atau identitas merek sebaiknya sudah disiapkan secara matang saat pengajuan. Mengubah identitas di tengah proses akan memperumit jalannya pendaftaran. Identitas yang terlalu umum atau terlalu mirip merek terkenal biasanya lebih mudah ditolak.

2. Penentuan Kelas Merek yang Tepat

Dalam daftar merek Indonesia, kelas berfungsi seperti kategori perlindungan. Misalnya, bisnis makanan berada di kelas tertentu, sedangkan jasa digital berada di kelas berbeda. Kesalahan memilih kelas dapat menyebabkan perlindungan tidak maksimal.

3. Pengecekan Merek Sebelum Daftar

Sebelum mengajukan, pemilik usaha wajib melakukan pencarian database agar tidak terjadi bentrok nama. Banyak merek ditolak hanya karena hal sepele ini. Pengecekan merek dapat dilakukan lewat situs resmi DJKI atau platform online lain seperti Mebiso.

4. Permohonan dan Perlengkapan Dokumen

Proses pengajuan memerlukan dokumen identitas pemilik usaha, data merek, serta rincian kelas produk atau jasa. Jika dokumen tidak lengkap atau penulisan salah, proses bisa tertunda bahkan berujung penolakan.

5. Tahap Pemeriksaan hingga Pengumuman

Setelah permohonan masuk, DJKI akan melakukan pemeriksaan formalitas dan substantif. Setelah itu, merek akan diumumkan untuk memberi kesempatan pihak lain mengajukan keberatan. Jika tidak ada masalah, merek dapat lanjut menuju sertifikat.

Apa yang perlu Disiapkan saat akan Daftar Merek?

Sebelum mengajukan daftar merek Indonesia, persiapan tidak boleh asal-asalan. Semakin rapi bahan yang disiapkan, semakin kecil peluang proses tersendat di tengah jalan. Berikut langkah yang dapat dijadikan pedoman:

1. Nama Merek yang Sudah Final

Pastikan nama merek sudah benar-benar matang, bukan nama yang masih bisa berubah setiap minggu. Nama yang terlalu generik atau terlalu mirip brand lain biasanya rawan ditolak. Pilih nama yang terdengar khas, mudah diingat, dan punya karakter yang kuat.

2. Logo atau Bentuk Visual (Jika Ada)

Jika merek memakai logo, siapkan file logo dengan tampilan jelas. Logo sebaiknya tidak terlalu ramai, tidak meniru gaya brand terkenal, dan tetap terlihat kuat walau diperkecil. Desain sederhana sering lebih aman untuk proses daftar merek Indonesia.

3. Identitas Pemilik Merek

Dokumen identitas perlu disiapkan sesuai status pemilik, apakah individu atau badan usaha. Data ini penting karena DJKI akan menetapkan siapa pemegang hak resmi atas merek tersebut.

4. Kelas Merek Sesuai Bidang Usaha

Kelas merupakan penentu area perlindungan di ranah daftar merek Indonesia. Jika kelas salah, perlindungan bisa meleset dari kebutuhan bisnis. Pastikan kelas dipilih sesuai produk atau jasa yang benar-benar dijual.

5. Rincian Produk atau Jasa yang Dijual

Siapkan rincian barang atau jasa secara spesifik. Jangan terlalu luas, namun jangan terlalu sempit. Detail ini menjadi dasar DJKI dalam menentukan apakah permohonan sesuai dengan kelas yang diajukan.

6. Hasil Pengecekan Kemiripan Merek

Sebelum daftar, lakukan pencarian merek untuk melihat apakah sudah ada nama yang sama atau mirip. Jika ditemukan kemiripan, strategi perlu disusun ulang agar tidak membuang waktu dan biaya.

7. Alamat dan Kontak yang Aktif

Gunakan alamat email dan nomor kontak aktif. Banyak proses pendaftaran tertunda hanya karena notifikasi DJKI tidak terbaca atau tidak segera ditindaklanjuti.

FAQ

Apakah produk dengan merek sama yang dijual di luar negeri perlu didaftarkan lagi secara internasional?

Ya, daftar merek Indonesia hanya melindungi wilayah Indonesia, jadi untuk luar negeri harus daftar di negara tujuan atau melalui jalur internasional.

Jika ingin mengganti nama merek apakah harus menunggu masa berlaku sertifikat habis?

Tidak harus, nama merek baru bisa langsung didaftarkan kapan saja.

Bagaimana jika pemilik daftar merek Indonesia meninggal?

Hak merek akan jadi warisan dan dapat dialihkan kepada ahli waris sah sesuai ketentuan hukum waris, lalu dilaporkan ke DJKI untuk proses pencatatan peralihan hak.

Amankan Merek secara Tepat dengan Jasa Merek

Nama merek merupakan aset yang nilainya bisa terus naik seiring bisnis berkembang. Oleh karenanya, jangan biarkan identitas bisnis terancam jadi rebutan dan berpotensi mengancam keamanan bisnis di masa depan.

Proses daftar merek Indonesia akan jauh lebih aman jika dilakukan dengan strategi yang benar sejak awal. Agar proses lebih cepat, rapi, dan peluang lolos lebih besar, gunakan saja layanan jasa pendaftaran merek di Platform Jasa Merek.

Ya, Jasa Merek akan mendampingi persiapan dokumen pendaftaran yang benar, hingga membantu melakukan analisis merek secara keseluruhan. Dengan dukungan ini, bisnis dapat fokus pada penjualan tanpa dibebani risiko konflik merek di kemudian hari.

Tasya Mandarira Avatar

Tasya Mandarira

Legal Intellectual Property Expert M.H

Ahli Sengketa Merek berpengalaman 8+ tahun di bidang hukum merek, dengan fokus pada berita merek, kasus merek, dan jurnal merek. Memiliki keahlian dalam penyusunan konten regulasi dan panduan merek mulai dari tahap pra permohonan hingga pasca permohonan.

Areas of Expertise: Berita Merek, Kasus Merek, Jurnal Merek, Pra Permohonan, Pasca Permohonan

Authors (2)

Tasya Mandarira

Primary Author
Legal Intellectual Property Expert M.H
Ahli Sengketa Merek berpengalaman 8+ tahun di bidang hukum merek, dengan fokus pada berita merek, kasus merek, dan jurnal merek.…
Artikel Terkait
7 Cara Menentukan Nama Merek agar Mudah Diingat

7 Cara Menentukan Nama Merek agar Mudah Diingat

Cara Daftar Nama Brand untuk Perkuat Posisi Bisnis

Cara Daftar Nama Brand untuk Perkuat Posisi Bisnis

Mengelola Merek untuk Hindari Risiko Jual Beli Bisnis

Mengelola Merek untuk Hindari Risiko Jual Beli Bisnis

Pengajuan Merek agar Transaksi Tidak Berujung Konflik

Pengajuan Merek agar Transaksi Tidak Berujung Konflik

2 Penyebab Utama Penolakan Merek dan Cara Mengatasinya

2 Penyebab Utama Penolakan Merek dan Cara Mengatasinya

Jasa Pendaftaran Paten: Solusi Aman untuk Inovasi Bisnis

Jasa Pendaftaran Paten: Solusi Aman untuk Inovasi Bisnis