
Menemukan nama brand yang terasa pas memang menyenangkan.
Namun sebelum mencetak kemasan atau membuka toko, ada baiknya kamu memastikan apakah nama tersebut sudah termasuk merek dagang terdaftar atau masih tersedia untuk digunakan.
Langkah sederhana ini sering luput dari perhatian banyak pebisnis.
Padahal, mengecek status merek dagang terdaftar sejak awal dapat membantu kamu menghindari masalah yang berpotensi menghambat perkembangan bisnis.
Kabar baiknya, proses pengecekan merek dagang terdaftar kini bisa dilakukan dengan lebih mudah.
Lewat artikel ini, kamu akan diajak memahami caranya supaya kamu bisa mengambil keputusan terarah sebelum mulai memasarkan produk. Yuk, simak sampai akhir!
Pendaftaran Merek Gagal? Bisa Jadi Salah Pilih Jasa!
Banyak layanan yang menjanjikan kemudahan, tapi tidak semua memberikan perlindungan maksimal. Ketahui cara memilih jasa pendaftaran merek yang benar agar tidak salah langkah!Lihat Panduannya di Sini!!
Sebelum mengeluarkan biaya untuk logo, kemasan, atau promosi, luangkan waktu untuk mengecek merek dagang terdaftar terlebih dahulu. Hal ini perlu kamu lakukan supaya:
Biar tidak salah langkah, kamu perlu tahu tanda-tanda apakah merek yang kamu pakai sudah terdaftar atau belum. Berikut ciri-cirinya:
Keberadaan merek dalam database resmi adalah ciri paling mudah yang bisa kamu kenali.
Jika data merek muncul dalam sistem, berarti merek tersebut sudah pernah diajukan atau terdaftar sesuai status yang tercantum.
Setiap merek dagang terdaftar sah memiliki informasi pemilik yang dapat ditelusuri.
Data ini membantu menunjukkan siapa yang memegang hak atas merek sekaligus mengurangi potensi sengketa terkait kepemilikan brand.
Pendaftaran merek selalu mengacu pada kelas barang atau jasa yang dipilih pemiliknya.
Karena itu, satu nama merek bisa saja terlindungi pada kategori tertentu tanpa mencakup seluruh jenis usaha.
Status perlindungan juga jadi hal yang perlu kamu perhatikan saat mengecek merek.
Selama masa perlindungannya masih berlaku, pemilik merek tetap memiliki hak eksklusif untuk menggunakan dan mengelola brand tersebut.
Setelah tahu cirinya, sekarang kamu wajib tahu bagaimana cara cek merek secara mandiri. Berikut langkah-langkah yang bisa kamu lakukan:
Tentukan nama brand yang akan kamu gunakan, termasuk variasi penulisan atau singkatannya.
Langkah ini membantu kamu menemukan merek yang identik maupun yang memiliki kemiripan.
Kunjungi situs resmi https://pdki-indonesia.dgip.go.id/ yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).
Melalui situs ini, kamu dapat mencari informasi mengenai merek yang sudah diajukan maupun yang telah memperoleh perlindungan hukum.
Setelah masuk ke halaman PDKI, pilih fitur pencarian merek yang tersedia.
Menu ini memungkinkan kamu menelusuri berbagai data merek dagang terdaftar berdasarkan kata kunci tertentu.
Ketik nama merek yang ingin kamu cek, lalu jalankan pencarian.
Untuk hasil yang lebih lengkap, coba gunakan beberapa variasi penulisan yang masih berkaitan dengan brand tersebut.
Perhatikan informasi yang muncul, seperti nama merek, nama pemilik, kelas merek, dan status permohonannya.
Data ini dapat membantu kamu menilai apakah merek masih tersedia atau sudah digunakan pihak lain.
Jangan hanya fokus pada nama yang sama persis.
Merek dengan pengucapan, susunan kata, atau tampilan yang mirip juga berpotensi memengaruhi proses pendaftaran di kemudian hari.
Jika tidak menemukan merek yang berpotensi menimbulkan konflik, kamu bisa mempertimbangkan untuk melanjutkan ke tahap pendaftaran.
Sebaliknya, apabila terdapat kemiripan yang cukup tinggi, sebaiknya pertimbangkan alternatif nama lain.
Setelah mengecek merek dagang terdaftar, kamu mungkin menemukan beberapa status yang berbeda.
Setiap status memiliki arti tersendiri dan bisa memengaruhi keputusanmu saat memilih nama brand, di antaranya:
Meski sederhana, ternyata masih banyak orang melakukan kesalahan saat mengecek merek. Maka dari itu, hindari hal-hal ini:
Banyak pebisnis langsung merasa aman ketika tidak menemukan nama yang identik dengan brand mereka.
Padahal, kemiripan pengucapan, susunan kata, atau unsur visual juga perlu kamu perhatikan sejak awal.
Nama merek yang sama belum tentu menjadi masalah jika berada pada kelas yang berbeda.
Karena itu, jangan hanya fokus pada nama merek tanpa melihat kategori produk atau jasa yang terdaftar.
Beberapa merek menggunakan singkatan, tambahan kata, atau ejaan yang sedikit berbeda.
Jika kamu hanya memeriksa satu versi nama, peluang melewatkan merek yang mirip akan semakin besar.
Hasil pencarian sering kali membutuhkan analisis lebih lanjut sebelum kamu mengambil keputusan.
Karena itu, pastikan kamu memahami status merek dan tingkat kemiripannya sebelum mulai menggunakan brand untuk bisnis.
Merek dagang terdaftar berlaku selama 10 tahun sejak tanggal penerimaan permohonan dan dapat diperpanjang sesuai ketentuan yang berlaku.
Bisa. Pemilik merek dapat mengajukan perpanjangan setiap 10 tahun agar perlindungan merek tetap aktif.
Belum tentu. Selain mengecek nama yang sama persis, kamu juga perlu memperhatikan merek yang memiliki kemiripan dalam penulisan, pengucapan, atau unsur visual.
Pendaftaran Merek Itu Mudah, Asal Pilih Jasa yang Tepat!
Jangan tergiur harga murah tanpa memastikan kualitas layanan. Ketahui cara memilih jasa pendaftaran merek yang benar-benar bisa melindungi merek bisnismu dengan maksimal.Simak Panduan Lengkapnya!
Memastikan status merek sebelum mulai berjualan bisa membantu kamu menghindari berbagai risiko yang tidak diinginkan.
Dengan mengecek merek dagang terdaftar sejak awal, kamu bisa membangun bisnis di atas fondasi brand yang lebih aman.
Jika hasil pengecekan menunjukkan nama brand masih berpeluang untuk didaftarkan, jangan menunda langkah berikutnya!
Bersama Jasa Merek, kamu bisa mendapatkan pendampingan mulai dari pengecekan merek, penentuan kelas, hingga proses pendaftaran.
Yuk, amankan brand sekarang agar kamu bisa lebih fokus mengembangkan bisnis tanpa khawatir menghadapi sengketa merek di kemudian hari!