
Brand terkenal kerap jadi sasaran co-branding atau kolaborasi bagi para pelaku usaha kecil dan menengah yang mau menaikkan kredibilitas produk mereka. Logikanya sederhana: menempelkan nama brand yang sudah terkenal luas ke produkmu bisa langsung menaikkan kepercayaan konsumen tanpa perlu bangun reputasi dari nol.
Namun, kamu yang sudah menjalankan bisnis tentu paham bahwa mengajukan kolaborasi dengan brand terkenal bukan perkara mudah. Apalagi kalau brand tersebut sudah punya standar kerja sama yang ketat dan proses seleksi mitra yang panjang.
Selain soal peluang diterima atau tidak, ada juga pertimbangan penting lainnya. Pertimbangan tersebut berupa seberapa besar manfaat sebenarnya yang kamu dapatkan dari kolaborasi dengan brand terkenal tersebut daripada risiko yang mungkin harus kamu tanggung kalau kerja samanya tak berjalan mulus.
Sehingga agar co-branding dengan brand terkenal bisa berjakan lancar, berikut adalah ulasan mengenai pembahasan pertimbangan yang perlu kamu pikirkan sebelum mengajukan proposal kolaborasi dengan brand besar tersebut!
Logo brand terkenal sejatinya punya nilai komersial tinggi yang membuat pemiliknya sangat ketat terhadap siapa pun yang menggunakannya. Bahkan untuk kepentingan promosi bersama sekalipun seperti lewat co-branding.
Berikut alasan kenapa kamu perlu memahami batasan ini dulu sebelum mengajukan kerja sama apapun dengan brand yang sudah punya reputasi terkenal, antara lain:
Kamu tak bisa asal menampilkan logo merek terkenal begitu saja di materi promosimu. Meskipun untuk alasan promosi produk mereka, tapi tanpa adanya izin tertulis yang jelas dari pemilik, hal ini berpotensi bisa jadi pelanggaran.
Kamu perlu paham juga soal detail ukuran, posisi, dan konteks penggunaan logo yang memang brand tersebut izinkan.
Sebab pelanggaran sekecil apapun akan bisa berujung pada pemutusan kontrak kolaborasi kamu ke depannya.
Kamu juga harus siap menghadapi pemeriksaan rutin soal kepatuhan penggunaan logo sesuai ketentuan yang sudah kamu dan brand tersebut sepakati bersama.
Hal ini jelas akan banyak brand besar lakukan untuk menjaga reputasi brandnya agar tetap sesuai dengan standar yang sudah mereka anut selama ini.
Brand yang sudah punya nama besar biasanya sudah punya tim legal yang siap menindak tegas pihak mana pun yang menggunakan identitas visual mereka tanpa otorisasi resmi.
Sehingga, sangat perlu kamu tekankan bahwa seperti apapun bentuk penggunaan logo brand tersebut, harus sesuai dengan izin yang branf tersebut berikan.
Memahami batasan ini tentu akan bisa membantu kamu dalam menghindari kesalahan fatal yang justru bisa merugikan bisnismu sendiri.
Brand terkenal yang sudah punya nama besar di kancah internasional biasanya akan lebih menerapkan standar kolaborasi yang jauh lebih kompleks.
Berikut adalah beberapa perbandingan yang perlu kamu pahami dulu sebelum mulai mengajukan proposal ke brand kelas global tersebut, seperti:
Perbandingan ini jelas akan membantu kamu dalam mempertimbangkan realistis atau tidaknya rencana kolabroasi dengan brand kelas dunia. Terutama lagi, kalau skala bisnismu masih tergolong kecil atau masih dalam skala menengah.
Brand terkenal di Indonesia sering kali menawarkan celah kolaborasi yang lebih realistis. Terutama, kalau bisnismu masih dalam skala mikro, kecil, atau menengah yang belum punya rekam jejak kuat.
Berikut adalah beberapa karakteristik yang perlu kamu pahami dari peluang kolaborasi di level ini, antara lain:
Kamu berpotensi akan langsung berkomunikasi dengan pengambil keputusan tanpa harus melalui berbagai lapisan divisi seperti yang biasa terjadi pada brand multinasional
Untuk skala-skala usaha yang masih UMKM, biaya kolaborasinya umumnya akan lebih terjangkau daripada kolaborasi dengan brand multinasional.
Kondisi ini jelas akan membuka peluang lebih besar bagi kamu untuk benar-benar merealisasikan rencana kolaborasi tanpa harus keluar modal yang terlalu membebani arus kas.
Kamu punya ruang lebih luas untuk mengusulkan konsep kerja sama yang unik.
Aspek ini tentu akan lebih mudah kamu ikuti daripada harus mengikuti template kolaborasi yang sudah baku dari brand berskala global.
Brand lokal yang sedang berkembang, biasanya juga akan mencari cara bagaimana memperluas eksposur brandingnya.
Sehingga kerja sama dengan usahamu akan bisa lebih menguntungkan kedua belah pihak secara lebih imbang.
Peluang kolaborasi di level ini layak untuk kamu pertimbangkan sebagai langkah awal, sebelum kamu benar-benar mengajukan proposal kerja sama ke brand yang lebih besar.
Peluangnya ada, tapi prosesnya jauh lebih kompleks dan butuh waktu lama daripada kolaborasi dengan brand lokal.
Tidak boleh. Penggunaan logo tanpa izin resmi bisa tergolong pelanggaran hak eksklusif meski tujuannya untuk promo produk mereka.
Kolaborasi dengan brand lokal umumnya lebih fleksibel, cepat, dan terjangkau biayanya daripada brand global yang menerapkan proses seleksi dan standar kerja sama jauh lebih ketat.
Brand besar yang kamu ajak kolaborasi juga akan menilai seberapa kuat legalitas dan orisinalitas brandmu sendiri sebelum menyetujui kerja sama apa pun. Kalau brandmu belum punya proteksi hukum yang jelas, baik dari sisi merek dagang maupun karya kreatif seperti karya visual kemasan atau desain, posisi tawarmu akan melemah.
Kalau kamu belum mendaftarkan hak cipta atas desain atau karya kreatif brandmu, jasa pendaftaran hak cipta dari Jasa Merek siap membantu kamu mengurus seluruh prosesnya. Semuanya demi membantumu memiliki perlindungan hukum yang lengkap sebelum kamu mengajukan proposal kolaborasi dengan brand impianmu.