
Pendaftaran Merek Gagal? Bisa Jadi Salah Pilih Jasa!
Banyak layanan yang menjanjikan kemudahan, tapi tidak semua memberikan perlindungan maksimal. Ketahui cara memilih jasa pendaftaran merek yang benar agar tidak salah langkah!Lihat Panduannya di Sini!!
Menjadi pebisnis tak sebatas mengejar omzet, tetapi juga menjaga keamanan transaksi jangka panjang. Ketika bisnis mulai dikenal, masalah yang muncul sering tidak terduga. Mulai dari ada toko lain memakai nama mirip berujung konsumen salah beli, atau reseller ragu bekerja sama karena status merek belum jelas.
Dalam aktivitas jual beli, hal kecil seperti kemiripan nama bisa memicu komplain, pembatalan transaksi, sampai sengketa yang menyita waktu dan energi. Karena itu, kamu perlu memahami cara daftar merek bisnis supaya kamu tetap fokus jualan tanpa dihantui risiko-risiko di atas. brand “diambil” lebih dulu.
Kalau merek sudah aman dan legal, pebisnis pun bisa lebih percaya diri masuk marketplace, membuka kemitraan, dan mengamankan identitas produk di mata pembeli. Terutama saat bisnis mulai ekspansi dan volume transaksi meningkat.
Sebelum masuk ke proses pendaftaran, kamu butuh beberapa checklist yang harus dipenuhi sebagai fondasi terlebih dahulu. Tujuannya supaya meminimalkan risiko ditolak dan memastikan merek yang kamu daftarkan benar-benar relevan untuk bisnis yang sedang berjalan.
Nama merek akan muncul di setiap transaksi seperti invoice, label pengiriman, etalase toko, dan listing marketplace. Kamu harus memiliki nama merek yang jelas beserta variasi penulisannya, misalnya apakah pakai spasi/tanpa spasi, singkatan, atau ejaan yang biasa dipakai pelanggan. Jika kamu punya logo, siapkan juga file logonya.
Kelas merek adalah pengelompokan resmi produk dan jasa dalam pendaftaran merek. Beberapa contoh kelas merek yang sering dipakai pebisnis:
Kelas merek menentukan di bidang apa merek kamu dilindungi. Karena itu, buatlah daftar produk atau jasa yang sudah kamu jual sekarang, lalu tambahkan rencana ekspansi 6–12 bulan ke depan.
Contohnya, kamu menjual kopi botolan (kelas 32) dan berencana membuka kafe (kelas 43) atau menjual biji kopi (kelas 30), kelas merek perlu disesuaikan sejak awal agar merek tetap aman saat bisnis berkembang.
Setelah memiliki nama merek dan kelasnya, cobalah cek apakah nama yang akan kamu daftarkan masih tersedia atau justru sudah ada pebisnis lain yang menggunakannya.
Fokuskan pencarian nama sesuai kelas merek yang sama dengan bisnismu. Dari hasil pengecekan ini, kamu akan bisa menentukan apakah langsung lanjut daftar, mengubah elemen nama supaya unik, atau revisi elemen merek supaya tidak mirip.
Siapkan data seperti identitas pemilik, alamat usaha, kontak aktif, serta file logo jika kamu mendaftarkan logo/kombinasi. Pastikan semua data konsisten karena adanya perbedaan seperti alamat tidak sama atau nama pemilik tidak sesuai dokumen akan membuat proses pendaftaran menjadi lebih lama.
Dengan menyelesaikan checklist ini, kamu bisa langsung mencari tahu cara daftar merek bisnis untuk mengamankan bisnis milikmu.
Setelah persiapan checklist beres, barulah kamu masuk ke tutorial daftar merek bisnis. Kamu bisa mendaftar di website resmi Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
Berikut langkah-langkah yang harus kamu lakukan untuk mendaftarkan merek:
Walaupun sudah mengikuti langkah-langkah cara daftar merek bisnis di atas, banyak yang pengajuan mereknya gagal. Untuk menghindari hal ini, berikut beberapa kesalahan daftar merek bisnis yang biasa terjadi:
Memahami cara daftar merek bisnis terjun langsung mengurus daftar merek adalah pekerjaan yang cukup menguras waktu dan membutuhkan ketelitian tinggi. Oleh karena itu, banyak pebisnis yang memilih untuk menggunakan jasa supaya lebih efisien.
Jika kamu sedang mengurus pendaftaran merek dan bingung apakah akan mengurus sendiri dengan segala keribetan yang ada atau menggunakan jasa merek. Berikut ini beberapa hal yang bisa jadi pertimbangan.
Kamu bisa memilih untuk mengurus sendiri asalkan kamu punya waktu, teliti, dan siap belajar detail kelas serta uraian barang/jasa. Kelebihannya hemat biaya dan bisa paham alurnya dari awal sampai akhir.
Namun, risikonya juga tinggi karena akan ada proses trial-error. Kalau salah memilih kelas atau ada kemiripan merek yang tidak kamu sadari, maka proses ini bisa memakan waktu lebih lama.
Padahal sebagai pebisnis tentunya kamu juga tetap harus menjalankan operasional harian, menjaga transaksi tetap lancar, serta menghadapi komplain pelanggan jika ada masalah brand.
Pebisnis yang ingin fokus pada penjualan dan ekspansi, akan mencari rekomendasi jasa daftar merek berpengalaman. Dengan jasa, kamu akan memperoleh bantuan dari pengecekan merek, penentuan kelas yang lebih pas, perapihan uraian barang/jasa, sampai pendampingan jika ada perbaikan.
Bagi pebisnis yang sudah punya tersibukkan dengan banyak aktivitas jual beli, opsi yang kedua ini lebih efisien karena mengurangi risiko salah langkah.
Kalau kamu ingin cara daftar merek bisnis yang lebih praktis dan meminimalkan risiko ditolak, kamu bisa menggunakan Jasa Daftar Merek untuk pendampingan dari cek awal sampai pemantauan status.
Dengan ini, kamu bisa tetap fokus mengurus perkembangan bisnis dan proses daftar merek tetap berjalan di tangan profesional. Yuk segera daftarkan merek bisnismu!
Pendaftaran Merek Itu Mudah, Asal Pilih Jasa yang Tepat!
Jangan tergiur harga murah tanpa memastikan kualitas layanan. Ketahui cara memilih jasa pendaftaran merek yang benar-benar bisa melindungi merek bisnismu dengan maksimal.Simak Panduan Lengkapnya!
Untuk pendaftaran merek pertama kali, biayanya berbeda sesuai status pemohon. Untuk UMKM Rp500.000 sedangkan Rp1.800.000 untuk umum. dan jenis pengajuan.
Iya. Berdasarkan UU PPN pasal 4, hak penggunaan merek dagang termasuk dalam barang kena pajak (BKP) tidak berwujud.
Contohnya seperti merek Indomie (mi instan), Adidas (perlengkapan olahraga), dan Dua Kelinci (makanan ringan).