Cara Menghindari Sengketa Hak Merek Saat Transaksi Bisnis

sengketa hak merek
Highlights
  • Sengketa hak merek sering terjadi saat transaksi bisnis seperti jual beli merek, akuisisi brand, lisensi, dan franchise karena kemiripan merek, kelas yang tidak sesuai, serta kepemilikan yang tidak jelas.
  • Dampak sengketa hak merek dapat menghentikan transaksi, menimbulkan biaya tambahan, memaksa rebranding, mengganggu operasional, dan menurunkan reputasi bisnis.
  • Pencegahan sengketa dapat dilakukan dengan cek status dan kelas merek, memeriksa kemiripan, memvalidasi pemilik sertifikat, serta melengkapi dokumen pengalihan atau lisensi merek.
  • Untuk transaksi bernilai besar atau berisiko tinggi, menggunakan jasa pengurusan sengketa merek membantu pemilik bisnis mengurangi risiko hukum dan menjaga kelancaran transaksi.
Pendaftaran Merek Gagal? Bisa Jadi Salah Pilih Jasa!

Banyak layanan yang menjanjikan kemudahan, tapi tidak semua memberikan perlindungan maksimal. Ketahui cara memilih jasa pendaftaran merek yang benar agar tidak salah langkah!

Lihat Panduannya di Sini!!

Mengapa Terjadi Sengketa Hak Merek?

Pemilik bisnis biasanya fokus pada omzet, repeat order, dan peluang kerja sama. Namun terkadang saat masuk fase transaksi seperti akan membeli brand, menjual merek, atau memberi lisensi, muncul banyak risiko hukum. 

Penyebab sengketa hak merek yang paling sering terjadi adalah kemiripan nama atau logo dengan merek terdaftar, pemilihan kelas merek yang tidak sesuai produk, hingga status kepemilikan yang tidak jelas. 

Banyak pemilik bisnis juga mengabaikan dokumen pengalihan hak merek saat jual-beli, atau lupa memeriksa riwayat lisensi dan perjanjian distributor. Akibatnya, bisnis terlihat rapi di depan pelanggan, tetapi rapuh di sisi hukum. 

Dasar Hukum Sengketa Merek 

Dasar hukum sengketa merek di Indonesia merujuk pada UU Merek dan Indikasi Geografis (UU No. 20 Tahun 2016) yang mengatur pendaftaran, perlindungan, dan langkah ketika timbul konflik. 

Dalam praktiknya, sengketa bisa berkaitan dengan penolakan atau keberatan pendaftaran, pembatalan merek yang sudah terdaftar, hingga klaim pelanggaran penggunaan merek dalam kegiatan perdagangan.

Sebagai pemilik bisnis, ketika kamu akan mengakuisisi suatu bisnis, pastikan pihak yang menjual atau memberi lisensi memang pemilik sah pada sertifikat. Begitu pula saat akad transaksi terjadi, perlu ada perjanjian yang rapi, termasuk jaminan kepemilikan, batas penggunaan, dan mekanisme penyelesaian jika konflik muncul. 

Dampak Sengketa Hak Merek ke Bisnis

Jika terjadi sengketa hak merek muncul, dampaknya bisa menyentuh arus kas, operasional, dan reputasi brand. Beberapa diantaranya:

  • Transaksi tertahan atau batal: proses akuisisi brand, jual-beli merek, atau kerja sama lisensi berhenti karena pihak pembeli meminta status merek yang benar-benar aman.
  • Biaya dobel dan membengkak: kamu perlu mengeluarkan biaya untuk konsultasi, surat-menyurat, mediasi, sampai langkah lanjutan jika kasus berlanjut.
  • Rebranding paksa: kamu harus mengganti nama, logo, kemasan, domain, akun sosial media, hingga materi promosi.
  • Gangguan operasional: kamu bisa menghentikan iklan, menurunkan konten, menahan distribusi, atau menarik produk di kanal tertentu.
  • Reputasi brand turun: pelanggan bingung, mitra ragu, dan kepercayaan pasar ikut menurun.

Salah satu contoh sengketa hak merek yang cukup terkenal di Indonesia adalah kasus DC Comics dengan produk wafer lokal bernama Superman. Sengketa ini muncul karena penggunaan nama dan logo “Superman” yang dinilai memiliki kemiripan dengan karakter Superman milik DC Comics. 

DC Comics menilai penggunaan merek tersebut bisa menyesatkan konsumen dan melanggar hak merek. Kasus ini menunjukkan bahwa memakai nama atau simbol yang mirip dengan merek terkenal sangat berisiko, meskipun produk dan target pasarnya berbeda. 

sengketa hak merek

Bagaimana Agar Tidak Terkena Sengketa Hak Merek?

Dampak dari sengketa hak merek tentu sangat merugikan transaksi bisnis. Dalam konteks artikel ini, transaksi bisnis mencakup jual beli merek, akuisisi brand, lisensi, franchise, hingga kerja sama yang melibatkan penggunaan merek. 

Lalu bagaimana agar transaksi bisnis sukses dan tidak terkena sengketa? 

1. Cek Status Merek Sebelum Deal

Penting untuk memastikan kejelasan status merek. Apakah merek sudah terdaftar secara legal, masih dalam proses pendaftaran, atau bahkan sudah kadaluarsa. Status ini harus jelas sebelum deal transaksi, karena status yang masih belum jelas seringkali menjadi awal dari sengketa. 

2. Sesuaikan Kelas Merek dengan Produk atau Jasa

Kelas merek akan menentukan ruang perlindungan. Misalnya bisnismu bergerak di makanan dan minuman, tetapi merek yang terdaftar malah di kelas pakaian. Maka perlindungannya tidak relevan dan bisa jadi akan menghadapi risiko saat merek serupa terdaftar di kelas yang benar.

3. Cek Kemiripan Merek secara Menyeluruh

Selain melihat kemiripan ejaan nama merek, periksa juga kemiripan visual logo, cara baca, hingga makna. Banyak sengketa yang muncul karena pelanggan mengira brand A adalah brand B dan sebaliknya. 

4. Validasi Pemilik pada Sertifikat

Pastikan nama pemilik pada sertifikat sesuai dengan pihak yang menandatangani perjanjian. Kalau bisnis dijalankan atas nama perusahaan tetapi merek terdaftar atas nama pribadi, maka perlu memastikan ada dokumen yang membuktikan hak menjual atau mengalihkan.

5. Audit Riwayat Lisensi dan Kerja Sama Sebelumnya

Banyak merek yang sekilas aman tapi ternyata memiliki riwayat lisensi yang bermasalah di masa lalu. Oleh karena itu, kamu perlu memeriksa apakah pernah ada lisensi, co-branding, atau kontrak distributor yang masih aktif. Tujuaany agar tidak ada pihak lain yang mengajukan klaim. 

6. Kumpulkan Bukti Penggunaan Merek

Simpan bukti penggunaan seperti kemasan, invoice, materi promosi, website, dan dokumentasi marketplace. Bukti ini membantu memperkuat posisi jika ada klaim atau keberatan.

7. Lengkapi Dokumen Transaksi

Saat jual-beli merek, kamu perlu menyiapkan dokumen pengalihan hak merek atau perjanjian lisensi yang jelas. Tambahkan klausul penting seperti pernyataan bebas sengketa, jaminan kepemilikan, serta skema ganti rugi jika masalah muncul setelah pembayaran.

8. Siapkan Mitigasi Sebelum Terlanjur Keluar Biaya Besar

Jika kamu menemukan ada risiko sengketa di masa depan, kamu bisa menyiapkan nama cadangan atau penyesuaian identitas brand sebelum mencetak kemasan dan menyalakan iklan. Mitigasi kecil di awal jauh lebih murah daripada rebranding total.

Kalau kamu sedang merencanakan akuisisi brand, franchise, atau ekspansi nasional, langkah-langkah ini menjadi standar keamanan transaksi.

Pilih Jasa Pengurusan Sengketa Merek vs Urus Sendiri 

Sebelum kasus sengketa hak merek benar benar terjadi, akan lebih baik jika kamu mulai mengecek apakah ada potensi sengketa atau tidak. Jika kasusnya ringan, berkas dokumen rapi, dan punya waktu mengurus administrasi maka bisa mengurus sendiri. 

Namun, kamu sebaiknya memakai jasa profesional jika kamu menghadapi salah satu kondisi berikut:

  • Kamu menerima somasi atau teguran resmi.
  • Risiko kemiripan tinggi dan berpotensi memicu pembatalan merek.
  • Nilai transaksi besar, seperti akuisisi brand, lisensi nasional, atau franchise.
  • Kamu butuh strategi negosiasi, penguatan bukti, dan langkah formal yang tepat agar bisnis tidak berhenti di tengah jalan.

Kamu perlu mengingat bahwa sengketa hak merek bisa mengubah transaksi yang terlihat untung menjadi kerugian yang panjang. Kamu bisa mencegahnya dengan cek status, kelas, kemiripan, kepemilikan, dan dokumen transaksi sejak awal. Saat kamu melihat potensi red flag, kamu perlu bergerak cepat dan rapi, bukan menunggu konflik membesar.

Kalau kamu ingin transaksi merek lebih aman dan butuh pendampingan dari tahap cek risiko sampai pengurusan, kamu bisa menggunakan Jasa Daftar Merek. Semoga hal ini bisa membantu bisnismu ya!

Pendaftaran Merek Itu Mudah, Asal Pilih Jasa yang Tepat!

Jangan tergiur harga murah tanpa memastikan kualitas layanan. Ketahui cara memilih jasa pendaftaran merek yang benar-benar bisa melindungi merek bisnismu dengan maksimal.

Simak Panduan Lengkapnya!

FAQ

1. Sengketa merek diselesaikan di mana? 

Semua sengketa yang berkaitan dengen merek diselesaikan oleh pengadilan khusus di lingkungan Peradilan Umum berupa Pengadilan Niaga.

2. Kemana mengajukan gugatan HAKI? 

Pengajuan gugatan dapat diajukan kepada ketua Pengadilan Niaga secara online melalui aplikasi e-Court Mahkamah Agung atau secara offline dengan mendatangi Pengadilan Niaga.

3. Apa itu sengketa hak merek? 

Sengketa hak merek adalah perselisihan hukum terkait penggunaan, kepemilikan, atau pendaftaran merek dagang, terjadi saat dua pihak mengklaim merek yang sama atau mirip.

Artikel Terkait
Jasa Urus Merek Dagang Melindungi Bisnis Dari Sengketa Hukum

Jasa Urus Merek Dagang Melindungi Bisnis Dari Sengketa Hukum

Cara Mengajukan Keberatan Penolakan Merek Agar Brand Aman

Cara Mengajukan Keberatan Penolakan Merek Agar Brand Aman

Surat Izin Usaha: Pilar Penting Jaga Kelancaran Bisnis

Surat Izin Usaha: Pilar Penting Jaga Kelancaran Bisnis

Urus Merek Kadaluarsa Agar Operasional Bisnismu Tetap Aman!

Urus Merek Kadaluarsa Agar Operasional Bisnismu Tetap Aman!

Legalitas Merek Dagang untuk Transaksi Bisnis Lebih Aman

Legalitas Merek Dagang untuk Transaksi Bisnis Lebih Aman

Daftar Merek Online: Amankan Bisnis dan Siap Scale Up Penjualan 

Daftar Merek Online: Amankan Bisnis dan Siap Scale Up Penjualan 

Pendaftaran Merek Itu Mudah, Asal Pilih Jasa yang Tepat!