
Pendaftaran Hak Cipta Gagal? Bisa Jadi Salah Pilih Jasa!
Banyak layanan yang menjanjikan kemudahan, tapi tidak semua memberikan perlindungan maksimal. Ketahui cara memilih jasa pendaftaran hak cipta yang benar agar tidak salah langkah!Lihat Panduannya di Sini!!
Sengketa HAKI bukan isu yang terpisah dari aktivitas harian bisnis. Di dalam praktiknya, sengketa ini sering muncul justru ketika kegiatan jual beli dalam bisnis sedang aktif-aktifnya dan nilai transaksi meningkat. Saat bisnis mulai bekerja sama dengan distributor, mitra, atau pihak lainnya, HAKI akan jadi objek penilaian.
Namun ketika klaim atas kepemilikan muncul atau keberatan dari pihak lain datang, transaksi yang sudah berjalan pun bisa langsung terganggu. Maka di titik ini, sengketa HAKI tidak hanya akan berdampak pada legalitas, tapi juga akan menghentikan arus penjualan dan menurunkan kepercayaan mitra.
Mari ketahui lebih lengkap soal bagaimana bahayanya sengketa HAKI bagi aktivitas jual beli dalam bisnismu pada ulasan artikel di bawah berikut!
Faktanya, telah banyak sekali sengketa HAKI di Indonesia yang muncul bukan karena adanya niat buruk saja, melainkan karena kelalaian pemilik bisnis sedari awal. Bisnis terlalu fokus pada penjualan, pemasaran, dan ekspansi, sementara aspek HAKI dibiarkan tertinggal begitu saja tanpa perawatan seharusnya.
Beberapa faktor yang sering kali bisa memicu terjadinya sengketa kekayaan intelektual pada bisnis, antara lain meliputi beberapa hal sebagai berikut:
Ketika aktivitas jual beli dalam bisnis tersebut sudah berjalan dan telah menghasilkan nilai, maka konflik kekayaan intelektual bakal jadi risiko yang tak bisa terabaikan — baik itu bagi kamu sebagai pemilik bisnis, mitra, maupun investor.
Sengketa HAKI yang banyak terjadi di Indonesia hingga sekarang sebenarnya punya pola berulang yang relatif sama. Polanya biasanya meliputi bisnis mulai banyak dikenali di pasar, transaksi meningkat, lalu muncullah pihak lain yang tiba-tiba datang untuk mengklaim hak atas aset kekayaan intelektual tertentu.
Pola yang sering kali terjadi ini juga bisa kamu lihat dalam jabaran poin-poin sebagai berikut:
Maka, di dalam kondisi yang seperti ini, mitra cenderung akan mengambil langkah aman dengan menghentikan sementara transaksi dengan bisnismu sampai sengketa yang terjadi menemukan kejelasan hukum atau sudah keluar putusannya.
Apabila berbicara dalam konteks bisnis, maka sengketa yang menyangkut aset kekayaan intelektual bisnis jarang berhenti hanya sampai di meja hukum saja. Dampaknya bisa langsung terasa pada aktivitas jual beli dalam bisnis yang sedang berlangsung saat ini.
Karena itu, memahami dampaknya jadi sangat penting bagi para pemilik bisnis termasuk kamu.
Beberapa dampak yang paling sering terjadi antara lain meliputi sebagai berikut:
Situasi ini tentu membuat sengketa kekayaan intelektual pada bisnis menjadi salah satu risiko paling mahal dalam bisnis yang sudah berjalan.
Kepercayaan pada dasarnya adalah fondasi utama jual beli dalam bisnis. Ketika sengketa kekayaan intelektual muncul, kepercayaan mitra sering kali runtuh lebih cepat daripada proses hukum yang sedang berjalan.
Mitra bisnis umumnya akan mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut:
Sebab tanpa kepastian seperti pada poin-poin di atas, maka akan banyak mitra yang memilih untuk menghentikan transaksi meskipun potensi untungnya besar.
Saat sebuah sengketa kekayaan intelektual terjadi, bisnis akan berhadapan dengan keputusan sulit: apakah harus menyelesaikan konflik sambil tetap mempertahankan transaksi, ataukah harus menghentikan aktivitas jual beli untuk sementara.
Maka untuk mengatasi sengketa kekayaan intelektual tersebut, ada dua opsi yang bisa kamu gunakan, yaitu:
Pendekatan ini sering kali jadi pilihan untuk menjaga hubungan bisnis yang sudah terjalin. Namun, kekuatan posisi juga akan sangat bergantung pada kepemilikan bukti dan perlindungan awal.
Langkah ini sering kali jadi opsi terakhir jika memang sebuah sengketa tak bisa diselesaikan dengan cara pertama. Sebab langkah ini akan memberikan kepastian hukum, namun berisiko tinggi terhadap kelangsungan transaksi yang sudah ada.
Kedua opsi di atas masing-masing punya konsekuensi langsung terhadap jual beli dalam bisnis yang sedang berjalan. Karenanya, sangat penting untuk memilih dengan hati-hati opsi mana yang akan kamu pilih untuk menyelesaikan sengketa kekayaan intelektual yang sedang terjadi.
Penyelesaian sengketa kekayaan intelektual lewat pengadilan sering kali dianggap sebagai jalan keluar terakhir. Di dalam praktiknya, proses ini jarang sekali berjalan seirama dengan kebutuhan bisnis yang ada.
Dampak yang sangat sering dan umum terjadi antara lain meliputi beberapa hal sebagai berikut:
Di dalam banyak kasus yang ada, meskipun sebuah sengketa dimenangkan, namun kerugian bisnis akibat terhentinya jual beli sudah terlanjur besar. Bahkan tak jarang bisnis-bisnis harus memulai ulang strategi brandingnya dari awal — tergantung bagaimana putusan pengadilan terkait sengketa tersebut.
Dalam banyak kasus, iya, karena mitra cenderung memilih untuk menunggu kepastian hukum sebelum melanjutkan transaksi.
Tidak. Bisnis yang masih dalam kategori kecil dan menengah justru sering lebih rentan terkena sengketa karena perlindungannya minim.
Tidak selalu, tapi tanpa perlindungan yang kuat, maka posisi bisnis dalam negosiasi akan sangat lemah.
Sengketa kekayaan intelektual bukan hanya soal benar atau salah saja. Lebih dari itu, ini soal kesiapan. Di dalam aktivitas transaksi bisnis, kesiapan inilah yang akan menentukan apakah transaksimu akan bisa tetap berjalan atau berhenti total.
Maka, mengamankan aset kreatif bisnismu melalui jasa pendaftaran hak cipta resmi dari Jasa Merek menjadi langkah preventif yang penting untuk menjaga keberlangsungan transaksi bisnismu.