{"id":6277,"date":"2026-07-17T08:00:00","date_gmt":"2026-07-17T01:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/jasamerek.com\/blog\/?p=6277"},"modified":"2026-07-01T16:23:59","modified_gmt":"2026-07-01T09:23:59","slug":"tanda-merek-dagang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jasamerek.com\/blog\/tanda-merek-dagang\/","title":{"rendered":"Perbedaan Tanda Merek Dagang \u00a9, \u2122, \u00ae dan Cara Menggunakannya"},"content":{"rendered":"\n\n<div class=\"card\" style=\"width: 100%; background-color: #e2f0ff; border-radius: 10px; color: black; box-shadow: 0 4px 6px rgba(0, 0, 0, 0.1);\">\n    <div style=\"background-color: #182c4e; padding: 15px; text-align: left; border-top-left-radius: 10px; border-top-right-radius: 10px;\">\n        <div style=\"font-size: 24px; color:white; font-weight: bold; margin: 0;\">Highlights<\/div>\n    <\/div>\n    <div style=\"padding: 20px; line-height: 1.5;\">\n        <ul style=\"list-style-type: disc; padding-left: 20px; margin-bottom: 0;\">\n\n            <li style=\"margin-bottom: 10px;\">Simbol \u00a9, \u2122, dan \u00ae memiliki fungsi berbeda sehingga tidak bisa digunakan secara sembarangan.<\/li>\n                \n            <li style=\"margin-bottom: 10px;\">Simbol \u2122 dapat digunakan untuk menunjukkan identitas merek, sedangkan \u00ae digunakan setelah merek resmi terdaftar.<\/li>\n                \n            <li style=\"margin-bottom: 10px;\">Cek status merek terlebih dahulu melalui database DJKI sebelum menggunakan tanda merek dagang pada brand.<\/li>\n                \n            <li style=\"margin-bottom: 10px;\">Gunakan Jasa Merek untuk membantu pengecekan, pendaftaran, hingga pengurusan merek agar brand lebih aman dan terlindungi.<\/li>\n                \n        <\/ul>\n    <\/div>\n<\/div>\n            \n\n\n\n<p>Tanda merek dagang seperti \u00a9, \u2122, dan \u00ae sering muncul pada kemasan produk, website, hingga media sosial <em>brand<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun sayangnya, masih banyak pebisnis yang menggunakannya tanpa benar-benar memahami arti dan fungsi dari masing-masing simbol.<\/p>\n\n\n\n<p>Sekilas ketiganya memang terlihat mirip, tetapi setiap tanda merek dagang memiliki tujuan yang berbeda. Karena itu, memilih simbol yang tepat dapat membantu <em>brand <\/em>tampil lebih profesional sekaligus menghindari kesalahpahaman.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, sebelum menambahkan tanda merek dagang tertentu pada <em>brand<\/em>, ada beberapa hal penting yang perlu kamu pahami.<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, kita kulik bersama agar merekmu tetap aman dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" class=\"wp-block-heading\" id=\"kenapa-tanda-merek-dagang-penting-untuk-bisnis\"><strong>Kenapa Tanda Merek Dagang Penting untuk Bisnis?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Saat membangun <em>brand<\/em>, detail kecil sering kali memberi pengaruh besar. Salah satunya adalah tanda merek dagang yang membantu menunjukkan status serta identitas <em>brand <\/em>kepada pelanggan maupun pihak lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak cuma itu, alasan mengapa simbol ini penting adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Membantu membedakan <em>brand <\/em>dari kompetitor;<\/li>\n\n\n\n<li>Menunjukkan status penggunaan atau kepemilikan merek;<\/li>\n\n\n\n<li>Menambah kesan profesional pada bisnis;<\/li>\n\n\n\n<li>Mendukung perlindungan identitas <em>brand<\/em>;<\/li>\n\n\n\n<li>Membantu membangun kepercayaan pelanggan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" class=\"wp-block-heading\" id=\"perbedaan-tanda-merek-dagang-dan\"><strong>Perbedaan <\/strong><strong>Tanda Merek Dagang <\/strong><strong>\u00a9, \u2122, dan \u00ae<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Meski sering muncul berdampingan pada kemasan atau materi promosi, simbol \u00a9, \u2122, dan \u00ae memiliki fungsi yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, supaya kamu bisa menggunakan simbol yang tepat sesuai kebutuhan bisnis, pelajari perbedaannya melalui tabel berikut:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td><strong>Simbol<\/strong><\/td><td><strong>Digunakan Untuk<\/strong><\/td><td><strong>Kapan Bisa Digunakan<\/strong><\/td><td><strong>Contoh Brand<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>\u00a9<\/td><td>Hak cipta (<em>copyright<\/em>)<\/td><td>Saat ingin menunjukkan kepemilikan atas karya seperti tulisan, desain, foto, video, atau konten kreatif lainnya.<\/td><td>\u00a9 2026 Traveloka, \u00a9 2026 Gramedia<\/td><\/tr><tr><td>\u2122<\/td><td>Klaim merek (<em>trademark<\/em>)<\/td><td>Saat menggunakan nama atau logo sebagai identitas bisnis, baik sebelum maupun selama proses pendaftaran merek berlangsung.<\/td><td>Spotify\u2122, Notion\u2122<\/td><\/tr><tr><td>\u00ae<\/td><td>Merek terdaftar (<em>registered<\/em> <em>trademark<\/em>)<\/td><td>Setelah merek resmi terdaftar dan memperoleh perlindungan hukum dari instansi yang berwenang.<\/td><td>Google\u00ae, Nike\u00ae, McDonald&#8217;s\u00ae, atau Coca-Cola\u00ae<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Dari ketiga simbol tersebut, \u00ae jadi tanda baca merek dagang terdaftar yang menunjukkan bahwa suatu merek telah memperoleh status terdaftar secara resmi.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu, simbol ini tidak boleh digunakan sembarangan sebelum proses pendaftaran merek selesai dan disetujui.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" class=\"wp-block-heading\" id=\"cara-cek-apakah-tanda-merek-dagang-sudah-terdaftar\"><strong>Cara Cek Apakah Tanda Merek Dagang Sudah Terdaftar<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Sebelum menggunakan simbol \u00ae, pastikan terlebih dahulu status mereknya. Langkah ini bisa bantu kamu mengetahui apakah tanda merek dagang yang ingin digunakan sudah memiliki perlindungan resmi atau belum. Berikut adalah cara mengeceknya:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Siapkan nama <em>brand<\/em>, logo, atau variasi penulisan yang ingin kamu cek;<\/li>\n\n\n\n<li>Kunjungi database resmi PDKI milik DJKI melalui laman <a href=\"http:\/\/pdki-indonesia.dgip.go.id\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">pdki-indonesia.dgip.go.id<\/a>;<\/li>\n\n\n\n<li>Setelah halaman terbuka, pilih fitur pencarian untuk menelusuri berbagai data merek;<\/li>\n\n\n\n<li>Masukkan nama <em>brand <\/em>yang ingin dicek, lalu jalankan pencarian;<\/li>\n\n\n\n<li>Setelah hasil pencarian muncul, lihat status merek yang tersedia;&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>Perhatikan kelas barang atau jasa karena perlindungan merek berlaku berdasarkan kelas yang didaftarkan;<\/li>\n\n\n\n<li>Jika merek masih tersedia, kamu bisa mempertimbangkan untuk segera mengajukan pendaftaran.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Sebagai tips tambahan, simbol \u00ae umumnya digunakan setelah merek resmi terdaftar. Jika status merek masih dalam proses atau belum diajukan, sebaiknya jangan menggunakan simbol tersebut pada produk maupun materi promosi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" class=\"wp-block-heading\" id=\"cara-mendapatkan-tanda-daftar-merek-dagang\"><strong>Cara Mendapatkan <\/strong><strong>Tanda Daftar Merek Dagang<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah memastikan nama <em>brand <\/em>masih aman digunakan, langkah berikutnya adalah mendaftarkan merek secara resmi.<\/p>\n\n\n\n<p>Proses ini penting karena simbol \u00ae baru bisa kamu gunakan setelah merek memperoleh status terdaftar.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mendapatkan simbol tersebut, lakukan langkah-langkah berikut:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Sebelum mengajukan pendaftaran, lakukan pengecekan merek terlebih dahulu melalui database DJKI;<\/li>\n\n\n\n<li>Pilih kelas yang sesuai dengan produk atau layanan yang kamu jalankan;<\/li>\n\n\n\n<li>Lengkapi data pemilik merek, logo jika ada, alamat email aktif, serta dokumen lain yang diperlukan;<\/li>\n\n\n\n<li>Setelah membuat akun melalui portal merek DJKI, isi formulir yang tersedia dan unggah seluruh dokumen yang dibutuhkan.<\/li>\n\n\n\n<li>Lakukan pembayaran sesuai ketentuan agar permohonan dapat diproses ke tahap selanjutnya;<\/li>\n\n\n\n<li>Setelah permohonan masuk, DJKI akan melakukan pemeriksaan serta publikasi merek;<\/li>\n\n\n\n<li>Jika permohonan disetujui, kamu akan menerima sertifikat tanda merek dagang sebagai bukti kepemilikan yang sah.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" class=\"wp-block-heading\" id=\"kesalahan-saat-menggunakan-tanda-untuk-merek-dagang\"><strong>Kesalahan Saat Menggunakan <\/strong><strong>Tanda untuk Merek Dagang<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Meski terlihat sederhana, penggunaan simbol pada brand sering menimbulkan kekeliruan. Karena itu, hindari kesalahan-kesalahan di bawah ini:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" class=\"wp-block-heading\" id=\"1-menganggap-sama-dengan\"><strong>1. Menganggap \u00a9 Sama dengan \u00ae<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Banyak pemilik bisnis mengira simbol \u00a9 dan \u00ae memiliki fungsi yang sama. Padahal, keduanya melindungi hal yang berbeda dan tidak bisa saling menggantikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Simbol \u00a9 berkaitan dengan hak cipta atas karya kreatif. Sementara itu, simbol \u00ae menunjukkan bahwa sebuah merek sudah terdaftar secara resmi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" class=\"wp-block-heading\" id=\"2-menggunakan-sebelum-merek-terdaftar\"><strong>2. Menggunakan \u00ae Sebelum Merek Terdaftar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Sebagian bisnis langsung menambahkan simbol \u00ae agar <em>brand <\/em>terlihat lebih profesional. Padahal, penggunaan simbol ini memiliki aturan yang perlu diperhatikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelum merek memperoleh status terdaftar, sebaiknya hindari penggunaan \u00ae. Langkah ini membantu menjaga informasi yang ditampilkan tetap sesuai kondisi sebenarnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" class=\"wp-block-heading\" id=\"3-hanya-fokus-pada-simbol-bukan-status-merek\"><strong>3. Hanya Fokus pada Simbol, Bukan Status Merek<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Ada juga bisnis yang sibuk memilih simbol untuk kemasan atau logo. Namun, mereka belum memastikan status mereknya terlebih dahulu.<\/p>\n\n\n\n<p>Padahal, perlindungan merek tidak ditentukan oleh simbol semata. Status pendaftaran dan legalitas merek tetap menjadi faktor yang lebih penting.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" class=\"wp-block-heading\" id=\"4-tidak-mengecek-merek-sebelum-digunakan\"><strong>4. Tidak Mengecek Merek Sebelum Digunakan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Beberapa pebisnis langsung menggunakan nama <em>brand <\/em>yang dianggap menarik. Akibatnya, mereka baru mengetahui adanya kemiripan merek setelah produk beredar.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu, lakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum membangun identitas <em>brand<\/em>. Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi potensi kendala di kemudian hari.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" class=\"wp-block-heading\" id=\"faq\"><strong>FAQ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" class=\"wp-block-heading\" id=\"1-apakah-simbol-bisa-digunakan-tanpa-mendaftarkan-merek\"><strong>1. Apakah simbol \u2122 bisa digunakan tanpa mendaftarkan merek?<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Secara umum, simbol \u2122 digunakan untuk menunjukkan bahwa nama atau logo dipakai sebagai identitas merek. Namun, simbol ini tidak sama dengan bukti pendaftaran merek.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" class=\"wp-block-heading\" id=\"2-apa-risiko-menggunakan-simbol-sebelum-merek-terdaftar\"><strong>2. Apa risiko menggunakan simbol \u00ae sebelum merek terdaftar?<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Penggunaan simbol \u00ae sebelum memperoleh status terdaftar dapat menimbulkan kesalahpahaman mengenai status hukum suatu merek. Karena itu, pastikan merek sudah resmi terdaftar sebelum menggunakannya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" class=\"wp-block-heading\" id=\"3-berapa-lama-perlindungan-merek-dagang-berlaku\"><strong>3. Berapa lama perlindungan merek dagang berlaku?<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Perlindungan merek di Indonesia berlaku selama 10 tahun sejak tanggal penerimaan dan dapat diperpanjang sesuai ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" class=\"wp-block-heading\" id=\"sudah-paham-simbolnya-saatnya-amankan-mereknya\"><strong>Sudah Paham Simbolnya, Saatnya Amankan Mereknya<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Memahami perbedaan \u00a9, \u2122, dan \u00ae bisa bantu kamu menggunakan tanda merek dagang dengan lebih tepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, yang tidak kalah penting adalah memastikan merek yang digunakan benar-benar memperoleh perlindungan hukum agar brand dapat berkembang dengan lebih aman.<\/p>\n\n\n\n<p>Mau mengecek status merek, menentukan kelas yang sesuai, atau mengurus pendaftaran tanpa repot?<\/p>\n\n\n\n<p>Tim profesional <a href=\"https:\/\/jasamerek.com\/\">Jasa Merek<\/a> siap membantu mulai dari proses pengecekan hingga pendaftaran merek, sehingga kamu bisa lebih fokus mengembangkan bisnis.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, amankan merek sekarang sebelum <em>brand <\/em>semakin dikenal dan nilainya terus bertumbuh!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Highlights Simbol \u00a9, \u2122, dan \u00ae memiliki fungsi berbeda sehingga tidak bisa digunakan secara sembarangan. Simbol \u2122 dapat digunakan untuk menunjukkan identitas merek, sedangkan \u00ae digunakan setelah merek resmi terdaftar. Cek status merek terlebih dahulu melalui database DJKI sebelum menggunakan tanda merek dagang pada brand. Gunakan Jasa Merek untuk membantu pengecekan, pendaftaran, hingga pengurusan merek [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":6326,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[119],"tags":[120],"class_list":["post-6277","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hki","tag-jm-unaware"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jasamerek.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6277","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jasamerek.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jasamerek.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jasamerek.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jasamerek.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6277"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/jasamerek.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6277\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6327,"href":"https:\/\/jasamerek.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6277\/revisions\/6327"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jasamerek.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6326"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jasamerek.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6277"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jasamerek.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6277"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jasamerek.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6277"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}