
Pendaftaran Hak Cipta Gagal? Bisa Jadi Salah Pilih Jasa!
Banyak layanan yang menjanjikan kemudahan, tapi tidak semua memberikan perlindungan maksimal. Ketahui cara memilih jasa pendaftaran hak cipta yang benar agar tidak salah langkah!Lihat Panduannya di Sini!!
Halaman hak cipta buku merupakan bagian yang tidak boleh dilewatkan ketika Anda berniat mendaftarkan hak cipta buku.
Biasanya bagian ini diletakkan setelah halaman penerbitan dan judul buku. Meski terlihat sepele oleh pembaca, tapi halaman ini memiliki peran besar dalam perlindungan serta berisikan informasi penting terkait buku tersebut.
Penerbit biasanya akan memeriksa buku yang ingin Anda terbitkan, apakah layak untuk dipublikasikan secara sah, aman, dan sesuai standar industri. Jika belum sesuai atau dinilai tidak layak, maka penerbit akan menolak karya tersebut.
Sementara itu, buku yang lolos kurasi dan diterbitkan sesuai standar biasanya harus memiliki ISBN sebagai identitas yang unik.
ISBN nantinya akan memudahkan dalam pendataan, pencarian, dan distribusi pada perpustakaan serta toko buku yang menyediakan dan menjual karya Anda.
Tidak jarang juga pada halaman buku juga ada tulisan untuk tidak melakukan plagiasi terhadap karya buku, sehingga tidak ada yang melakukan pelanggaran hak cipta.
Hanya saja, hal ini sangat rawan disalahgunakan apabila karya Anda dibuat dalam bentuk digital. Namun dengan ada hak cipta buku yang disertakan, maka bisa membantu pertegas jika karya tersebut memang milik Anda.

Hak cipta buku telah diatur dalam beberapa regulasi termasuk WIPO yang memberikan sistem perlindungan buku.Akan tetapi, ada beberapa tantangan hak cipta yang kerap ditemui dalam buku digital:
Penyebaran buku digital lebih mudah disebar ke seluruh dunia dengan hitungan detik dengan modal internet. File buku biasanya tersebar melalui situs ilegal dan forum, sehingga Anda akan kesulitan untuk mengawasi siapa yang menyebarkannya.
Oleh karena itu, monetisasi dengan sistem berbayar atau lisensi bukan langkah yang efektif jika file e-book telah tersebar secara gratis.
Pembajakan hak cipta buku tentu akan berdampak langsung terhadap penjualan dan pendapatan yang Anda miliki.
Biasanya kasus pembajakan hak cipta buku sangat menyulitkan penulis dalam melakukan tindakan hukum.
Berdasarkan prinsip hukum Internasional, biasanya proses hak cipta akan bergantung pada hukum masing-masing negara.
Di Indonesia, pelanggaran terhadap hak cipta suatu karya telah tercantum dalam UU No 28 tahun 2014 di mana karya digital telah otomatis dilindungi sejak pertama kali dibuat.
Namun, permasalahannya bisa mengacu pada pelaku yang sulit dilacak karena menggunakan akun anonim, server luar negeri, dan identitas yang sulit ditemukan.
Meski begitu, ada cara untuk mengatasinya seperti melakukan takedown secara langsung dengan melaporkan pembajakan ke Kementerian Komdigi atau platform seperti Google, Instagram, dan sosial media lain, tergantung dari mana penyebarannya.
Masalahnya adalah proses verifikasi bisa memakan banyak waktu. Selama proses pelaporan ini juga ada kemungkinan file buku semakin disebar oleh pelanggar hak cipta buku.
Digital Right Management biasanya digunakan untuk mengunci e-book agar tidak bisa dibajak, dibagikan, dan hanya bisa dibuka pada device tertentu saja.
Namun permasalahannya ada pada DRM yang terkadang di-bypass oleh software tertentu, sehingga file buku digital bisa saja rawan bocor.
Bahkan watermark yang biasanya berupa identitas kepemilikan juga tidak menjamin 100% e-book akan aman karena watermark bisa dihapus menggunakan aplikasi editing, dipotong, dan disamarkan.
Meskipun e-book bisa diproteksi, tidak semua sistem bisa block screen recording atau screenshot sehingga hasilnya bisa terbaca secara jelas.
Bahkan jika Anda berniat menjual e-book melalui marketplace, website, dan platform, tidak semua memiliki sistem keamanan yang baik dan bisa saja ada resiko kebocoran dari server.
Tantangan berikutnya pada hak cipta buku PDF karena konsumen yang terkadang menginginkan e-book yang tersedia secara gratis tanpa biaya.
Oleh karena itu, ada sebagian yang memilih untuk meminjam melalui perpustakaan digital.
Kendati demikian, perpustakaan digital terkadang tidak menyediakan buku secara lengkap.
Sehingga, sebagian konsumen masih ada yang memilih untuk membeli buku digital karena kuantitasnya yang lebih banyak.
Pembajakan hak cipta buku bisa berpengaruh pada pendapatan atau keuntungan yang relatif tidak stabil dan sulit diprediksi karena nilai eksklusivitas e-book menurun drastis.
Terutama bagi Anda yang menggunakan marketplace untuk penjualan, sebab beberapa platform biasanya memiliki kebijakan yang berbeda terkait sistem perlindungan hak cipta buku.
Hak cipta buku menjadi tanda kalau karya cipta yang diterbitkan telah komersil. Jadi jika terjadi pembajakan, maka melanggar sistem perlindungan hukum. Berikut ini strategi menghadapinya:
Judul buku tidak bisa dilindungi dalam hak cipta sesuai pada ketentuan pada hukum di Indonesia. Hal ini karena judul berisi kata singkat yang dianggap sebagai bahasa harian atau umum.
Selain itu, hak cipta juga melindungi ekspresi ide yang orisinil dan kompleks. Sehingga judul buku yang cukup pendek belum dianggap memenuhi kriteria.
Tapi jika ingin mendaftarkan judul buku agar tidak digunakan oleh pihak lain, Anda bisa mendaftarkan sebagai merek dagang di DJKI. Namun, judul tersebut harus unik dan bisa digunakan sebagai identitas buku yang dimiliki.
Masa berlaku hak cipta buku di Indonesia terbilang sangat lama karena bertahan seumur hidup hingga 70 tahun atau sampai penulis meninggal dunia. Tapi jika dimiliki oleh badan hukum maka berlaku hingga 50 tahun sejak publikasi.
Hak cipta pada sebuah buku akan ada secara otomatis sejak karya selesai dibuat dalam bentuk, terlepas Anda menerbitkannya secara pribadi atau lewat penerbit. Hal ini karena buku bisa tetap terlindungi tanpa melakukan pendaftaran ke pemerintah.
Kendati demikian, disarankan untuk melakukan pencatatan ciptaan di DJKI agar memiliki bukti hukum yang kuat dan terhindar dari pembajakan pihak lain. Anda juga wajib memiliki ISBN agar karya terlihat kredibel dan profesional.
Perlindungan hak cipta buku memiliki prinsip deklaratif di mana karya bisa otomatis terlindungi setelah dipublikasikan.
Namun tanpa bukti kepemilikan yang sah, karya Anda bisa mudah diplagiasi oleh pihak lain.
Oleh karena itu, Anda bisa menggunakan layanan Jasa Merek yang menawarkan Jasa Hak Cipta untuk membantu Anda mendaftarkan HKI buku Anda.
Kami akan mendampingi pengurusan dokumen dan memantau proses permohonan hingga diterima oleh DJKI.
Kami juga akan membantu Anda menentukan kategori ciptaan yang tepat, sehingga mencegah terjadi proses kesalahan saat pendaftaran hak cipta.