
Brand sudah siap diluncurkan, desain kemasan sudah final, dan strategi promosi mulai disusun. Namun sebelum produk resmi hadir di pasar, ada satu langkah penting yang sering terlewat, yaitu memastikan status HKI merek yang akan digunakan.
Setelah menemukan nama brand yang terasa cocok, jangan langsung terburu-buru menggunakannya. Dengan melakukan pengecekan HKI merek sejak awal, kamu bisa mengurangi risiko masalah yang berpotensi menghambat perkembangan bisnis.
Nah, di era serba digital, proses cek dan registrasi HKI merek bisa kamu lakukan secara online dengan mudah.
Yuk, simak langkah-langkahnya supaya kamu bisa meluncurkan produk dengan rasa lebih tenang sekaligus menjaga identitas brand untuk jangka panjang!
Jangan Tunda Lagi, Segera daftarkan hak cipta Sebelum Terlambat!
Setiap karya punya nilai. Dengan hak cipta resmi, kamu berhak penuh dan bisa lebih tenang dalam berkarya.Mulai Proses Pendaftaran!
Sebelum menghabiskan waktu dan biaya untuk promosi, ada baiknya kamu memeriksa HKI merek terlebih dahulu. Ada beberapa alasan kenapa kamu harus melakukannya, seperti:
Sebelum menggunakan nama brand, luangkan waktu untuk melakukan pengecekan terlebih dahulu. Berikut langkah-langkahnya:
Tentukan nama brand yang akan kamu gunakan, termasuk variasi penulisan jika ada. Langkah ini membantu kamu menemukan merek yang identik maupun yang memiliki kemiripan.
Kunjungi situs Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI) di https://pdki-indonesia.dgip.go.id/. Situs ini menyediakan layanan cek merek HKI online untuk melihat data merek yang sudah diajukan maupun terdaftar.
Setelah masuk ke halaman utama, pilih fitur pencarian merek yang tersedia. Menu ini akan membantu kamu menelusuri berbagai data merek berdasarkan kata kunci tertentu, mulai dari fonetik hingga gambar.
Ketik nama merek yang ingin kamu cek, lalu jalankan pencarian. Agar hasilnya lebih lengkap, coba gunakan beberapa variasi nama yang masih berkaitan dengan brand tersebut.
Perhatikan informasi yang muncul, mulai dari nama merek, pemilik, kelas barang atau jasa, hingga status pendaftarannya. Data ini dapat membantu kamu memahami kondisi merek yang sedang dicari.
Jangan hanya fokus pada nama yang sama persis. Perhatikan juga merek yang memiliki kemiripan dalam penulisan, pengucapan, atau unsur visual agar risiko penolakan bisa diminimalkan.
Setelah melakukan pencarian, kamu mungkin menemukan beberapa status pada data HKI merek. Rinciannya adalah sebagai berikut:
Setelah melakukan pengecekan HKI merek, jangan berhenti hanya pada hasil pencarian. Langkah berikutnya yang bisa kamu lakukan adalah:
Nah, kalau ingin lanjut daftar HKI, prosesnya bisa kamu lakukan secara online dengan mudah. Tutorialnya bisa kamu cek di sini:
Sebelum memulai pendaftaran, pastikan kamu sudah menyiapkan identitas pemilik merek, logo (jika ada), alamat email aktif, nomor telepon, serta informasi produk atau jasa yang akan menggunakan merek tersebut.
Berikutnya, pilih kelas merek yang sesuai dengan produk atau layanan yang kamu tawarkan. Langkah ini penting karena perlindungan merek hanya berlaku pada kelas yang kamu daftarkan.
Kunjungi portal resmi merek milik DJKI di https://merek.dgip.go.id/, lalu lakukan registrasi akun menggunakan email aktif. Akun ini akan digunakan untuk mengajukan permohonan sekaligus memantau perkembangan proses pendaftaran.
Setelah login, lengkapi formulir permohonan dengan data pemilik, informasi merek, kelas barang atau jasa, serta detail lain yang diminta oleh sistem. Pastikan seluruh data sesuai dan tidak terdapat kesalahan penulisan.
Selanjutnya, unggah dokumen yang dibutuhkan sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan lupa periksa kembali kualitas dan kelengkapan dokumen agar proses verifikasi berjalan lebih lancar.
Setelah seluruh data terisi, sistem akan menerbitkan kode pembayaran. Selesaikan pembayaran sesuai nominal yang tertera agar permohonan dapat diproses ke tahap berikutnya.
Setelah pembayaran berhasil, DJKI akan melakukan pemeriksaan terhadap permohonan yang diajukan. Pada tahap ini, merek akan melalui beberapa proses sebelum memperoleh keputusan akhir.
Jika seluruh tahapan berjalan lancar dan merek memperoleh persetujuan, kamu akan mendapatkan sertifikat merek. Sertifikat ini jadi bukti bahwa brand-mu telah terdaftar dan memperoleh perlindungan hukum.
Lakukan sejak nama brand sudah ditentukan. Jangan menunggu produk diluncurkan, karena semakin cepat merek didaftarkan, semakin cepat pula perlindungannya diproses.
Biaya daftar untuk UMKM adalah Rp500.000 per kelas, sedangkan umum sebesar Rp1.800.000 per kelas. Untuk perpanjangan, kamu perlu bayar Rp1.000.000 per kelas untuk UMKM dan Rp2.250.000 per kelas untuk umum.
Proses pendaftaran merek butuh bervariasi. Namun, umumnya berkisar 6–12 bulan, tergantung dari kelengkapan dokumen dan tingkat kompleksitas desain.
Membangun brand membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit. Karena itu, jangan sampai nama yang sudah kamu siapkan dengan matang justru menimbulkan kendala karena belum melalui proses cek dan pendaftaran HKI merek.
Kalau kamu ingin meluncurkan produk dengan lebih tenang, pastikan merek yang kamu gunakan sudah aman dan memiliki perlindungan hukum yang jelas.
Bersama Jasa Merek, kamu bisa mendapatkan pendampingan mulai dari pengecekan merek, penentuan kelas, hingga proses pendaftaran.
Yuk, lindungi brand sejak awal agar kamu bisa lebih fokus mengembangkan bisnis ke level berikutnya!