
Hukum merek Indonesia nyatanya bukan cuma soal perlindungan merek dari peniru saja. Lebih dari itu juga bisa jadi modal negosiasi berharga saat kamu mau melisensikan brandmu kepada pihak lain untuk dapat aliran cuan lewat royalti. Skema ini menguntungkan, namun masih tak banyak pebisnis yang menyadari potensi besarnya.
Semua pebisnis yang brandnya sudah terbangun dengan baik, sejatinya punya potensi yang sama untuk bisa melisensikan brandnya, tak terkecuali bisnismu. Namun begitu, kekuatan posisi tawarmu dalam negosiasi royalti akan sangat bergantung pada seberapa kuat dasar hukum yang melindungi merekmu tersebut.
Brand tanpa sertifikat resmi jelas tak akan punya daya tawar sama sekali. Sementara itu, brand dengan perlindungan hukum lengkap akan bisa kamu jadikan aset bernilai tinggi dalam suatu skema kerja sama lisensi.
Maka dari itu, di artikel ini kita akan membahas lebih lanjut bagaimana peranan hukum merek Indonesia bisa membantu kamu dalam menyusun strategi negosiasi lisensi yang menguntungkan sekaligus melindungi kepentingan bisnismu untuk jangka panjang!
Jika merujuk pada pengaturan merek dalam hukum merek Indonesia, maka sebuah merek cuma bisa berlaku bagi pemegang yang sudah daftarkan mereknya ke DJKI. Ketentuan inilah yang bisa jadi fondasi penting yang perlu kamu pahami sebelum mulai menawarkan skema lisensi brandmu ke calon mitra bisnis manapun.
Mengapa begitu? Penjelasannya ada di poin-poin di bawah berikut ini:
Tanpa hadirnya hak eksklusif merek pada brandmu, maka kamu tak akan punya dasar hukum untuk mengikat calon mitra dalam perjanjian lisensi yang mengikat secara sah.
Sebab, sebagaimana pada hukum merek Indonesia, bahwa perjanjian lisensi akan berlaku lebih kuat kalau kamu sudah mendaftarkan merekmu dulu ke DJKI.
Mitra bisnis yang memang serius untuk kerja sama lisensi, biasanya akan meminta bukti sertifikat merek sebelum bersedia tanda tangan kontrak dan bayar royalti ke brandmu.
Ini karena hadirnya sertifikat merek akan jadi bukti bahwa brandmu sudah terlindungi secara sah di DJKI.
Kamu cuma bisa melisensikan penggunaan merek sesuai dengan kelas yang tercantum.
Sehingga di sini, cakupan ini sangat perlu untuk kamu perhatikan sebelum kamu mulai menyusun skema kerja sama dengan para mitra yang hendak kamu tunjuk.
Kalau kamu ingin membentuk kontrak lisensi untuk jangka panjang, maka pastikan bahwa perlindungan hukum merekmu tetap aktif sepanjang periode kerja sama tersebut berlangsung.
Hal ini untuk menjaga bahwa merek yang kamu lisensikan perlindungannya tetap berlaku, sehingga menghindari masalah di kemudian hari.
Paham akan dasar hukum ini tentu akan membantumu dalam menyusun proposal lisensi merek yang benar-benar kuat secara legal.
Di dalam hukum merek Indonesia sendiri telah mengatur sedemikian rupa mengenai skema lisensi secara spesifik. Memahami soal mekanisme ini tentunya akan membantu kamu dalam menyusun kontrak yang akan melindungi kepentingan bisnismu.
Berikut ini adalah beberapa aspek yang perlu kamu kuasai dalam hukum merek Indonesia ini, antara lain:
Menguasai mekanisme ini tentunya akan membantu kamu dalam menegosiasikan kontrak lisensi yang seimbang. Selain itu hal ini juga akan memberi keuntungan bagi kedua pihak tanpa mengorbankan kendalimu atas brand yang sudah susah payah kamu bangun tersebut.
Dasar hukum daftar merek Indonesia secara tak langsung bisa memengaruhi seberapa besar nilai royalti yang bisa kamu tetapkan dalam negosiasi lisensi.
Berikut adalah beberapa komparasi yang menunjukkan bagaimana status daftar merek bisa memengaruhi posisi tawarmu, antara lain:
Perbandingan ini akan menegaskan bahwa investasimu dalam mengurus legalitas merek sejak awal bisa berdampak langsung pada potensi pendapataan pasif yang bisa kamu hasilkan lewat skema lisensi di masa depan.
Sebelum kamu benar-benar tanda tangan kontrak lisensi dengan calon mitra, paham akan dasar hukum merek Indonesia akan membantumu dalam memastikan seluruh aspek legal sudah matang.
Berikut adalah beberapa langkah yang perlu kamu tempuh, antara lain:
Pastikan tak ada perubahan status atau keberatan dari pihak lain yang bisa memengaruhi kekuatan hukum dari merekmu di mata calon mitra lisensimu.
Kejelasan akan klausul-klausul yang kamu cantumkan dalam kontrak lisensi akan menghindarkan kamu dari sengketa dengan calon mitramu.
Kamu juga perlu melindungi reputasi brandmu dengan memastikan bahwa mitra juga melakukan itikad baik dengan menjaga standar operasional yang sama dengan yang sudah kamu bangun sejak awal.
Pendampingan oleh pihak profesional akan membantumu dalam menghindari celah hukum yang bisa merugikan kamu di kemudian hari.
Langkah-langkah ini jelas akan membantu kamu dalam memasuki negosiasi lisensi dengan posisi hukum yang lebih kuat. Kamu juga jadi bisa memastikan kerja sama yang kamu bangun benar-benar aman tanpa mengorbankan kendali atas brandmu sendiri.
Secara hukum merek Indonesia, kamu tak akan punya dasar kuat untuk mengikat mitra dalam kontrak lisensi tanpa sertifikat resmi.
Nilai royalti biasanya mempertimbangkan reputasi brand, rekamn jejak operasional, dan status hukum pendaftaran merek kamu.
Tidak. Kamu tetap akan berstatus sebagai pemilik merek meski sudah memberikan hak lisensi kepada pihak lain.
Kalau kamu berencana memonetisasi brand lewat skema lisensi tapi status merekmu masih belum terdaftar resmi, maka kamu kamu perlu waspada. Sebab tanpa dasar hukum yang jelas, potensi pendapatan royalti yang bisa kamu hasilkan justru berisiko akan hilang begitu saja.
Jasa pendaftaran merek dari Jasa Merek siap membantu kamu dalam mengurus seluruh proses daftarnya agar hal tersebut tidak terjadi. Mulai dari proses verifikasi nama sampai penerbitan sertifikat resmi akan kami bantu, supaya brandmu punya fondasi hukum kuat sebelum kamu tawarkan ke calon mitra lisensimu.