Publikasi Merek: Tahapan Penting Sebelum Sertifikatmu Terbit

Pendaftaran Merek Gagal? Bisa Jadi Salah Pilih Jasa!

Banyak layanan yang menjanjikan kemudahan, tapi tidak semua memberikan perlindungan maksimal. Ketahui cara memilih jasa pendaftaran merek yang benar agar tidak salah langkah!

Lihat Panduannya di Sini!!

Highlights:

  • Publikasi merek adalah fase terbuka di mana merekmu DJKI umumkan ke publik selama dua bulan dan di sinilah pihak ketiga bisa mengajukan keberatan
  • Banyak pendaftar merek tidak mempersiapkan diri untuk fase publikasi, padahal fase inilah yang paling sering memunculkan oposisi dari kompetitor
  • Oposisi yang masuk selama masa publikasi bisa menunda atau bahkan membatalkan proses daftar merek secara keseluruhan
  • Strategi sebelum dan selama publikasi menentukan apakah merek akhirnya bisa terbit sebagai hak eksklusif atau tersangkut prosesnya

Publikasi Merek dan Posisinya dalam Proses Daftar Merek

Publikasi merek merupakan salah satu tahapan resmi dalam sebuah proses pendaftaran merek di DJKI, di mana merek yang sudah lolos pemeriksaan akan diumumkan secara terbuka dalam Berita Resmi Merek. 

Pengumuman ini berlangsung selama dua bulan dan membuka kesempatan bagi siapa pun termasuk kompetitor, pemegang merek lain, atau pihak yang merasa rugi atas hadirnya merek tersebut untuk mengajukan keberatan terhadap merek yang sedang dalam proses pendaftaran.

Banyak pelaku bisnis yang mengira bahwa proses daftar merek selalu akan berjalan linear tanpa adanya interupsi: daftar, tunggu, sertifikat terbit.

Namun nyatanya, tidak sesederhana itu. Sebab di dalam prosesnya, ada tahap publikasi merek yang mana bisa jadi titik krusial proses pengajuan terhenti, diperlambat, atau bahkan gugur karena ada pihak yang mengajukan oposisi dengan argumen yang kuat dan valid.

Oleh sebab itu memahami publikasi atau pengumuman merek bukan hanya soal hafal tahapan prosedural.

Ini soal tahu kapan merekmu paling rentan, apa yang bisa terjadi selama masa publikasi, dan bagaimana mempersiapkan posisi yang kuat seandainya oposisi merek tersebut datang.

Barulah setelah masa publikasi ini selesai tanpa oposisi atau setelah oposisi berhasil tertangani, kamu bisa lanjutkan proses daftar merekmu ke tahapan berikutnya.

Saat Ketika Merek Terbit

Merek terbit sendiri merujuk kepada status di mana DJKI telah secara resmi mencatatkan merek ke dalam daftar umum merek dan menerbitkan sertifikat atas nama pemilik dari merek yang sudah terdaftar tersebut.

Bisa dibilang, ini adalah momen yang paling pemilik bisnis tunggu. Bahkan ketika mereka baru mengajukan permohonan, ini adalah ekspektasi terbesar mereka: mereknya bisa terbit dan terlindungi secara sah dan legal.

Namun sebelum merek terbit, setidaknya ada empat tahapan yang harus kamu lalui terlebih dahulu, antara lain meliputi:

  • Tahap pertama: Pemeriksaan Formalitas

Di tahap ini DJKI akan memeriksa dan memverifikasi kelengkapan dokumen syarat serta kesesuaian dari format pengajuan yang sudah kamu kirimkan.

  • Tahap Kedua: Publikasi Merek

Setelah merekmu berhasil lolos dari pemeriksaan formalitas, maka DJKI akan mengumumkan merekmu dalam Berita Acara Merek selama kurang lebih dua bulan.

Tujuannya untuk menginfokan pihak lain terkait merek yang sedang kamu ajukan, sehingga jika ada yang merasa keberatan, mereka bisa segera mengajukan oposisi.

  • Tahap Ketiga: Pemeriksaan Substantif

Di sini DJKI menilai apakah merekmu sudah memenuhi aturan-aturan dari merek yang bisa terdaftar sesuai UU Merek atau belum.

  • Tahap Keempat: Sertifikat Terbit

Ketika merekmu sudah berhasil lolos dari ketiga tahapan sebelumnya, maka hampir bisa dipastikan merekmu akan segera mendapatkan sertifikat merek sebagai bukti bahwa merekmu sudah terdaftar secara sah.

Satu hal yang sering menimbulkan kebingungan di antara para pemilik merek adalah soal tanggal perlindungan merek.

Sebab tanggal perlindungan merek tersebut akan dihitung sejak tanggal penerimaan permohonan, bukan sejak merek terbit atau sertifikatnya kamu terima.

Artinya, hakmu atas merekmu secara hukum sudah mulai berjalan sejak DJKI menerima permohonan pendaftaran merek, meskipun sertifikat fisiknya baru keluar beberapa bulan kemudian.

Hal ini sangat penting, apa lagi dalam konteks sengketa merek: siapa yang mendaftarkan mereknya lebih dulu akan punya posisi hukum yang lebih kuat.

image 3

Surat Merek: Bukti bahwa Merekmu Sudah Terdaftar

Surat merek—atau bahasa lebih formalnya adalah sertifikat merek—merupakan sebuah dokumen resmi yang DJKI terbitkan sebagai bukti bahwa merekmu sudah terdaftar dan pemiliknya telah memiliki hak eksklusif atas penggunaan merek tersebut dalam kelas barang atau jasa yang tercantum di dalamnya.

Surat merek tersebut berlakunya selama 10 tahun sejak tanggal penerimaan permohonan dan masih bisa kamu perpanjang untuk periode perlindungan yang sama.

Nah di dalam surat merek sendiri memuat sejumlah informasi kritis yang harus pemilik bisnis cermati begitu dokumennya kamu terima, antara lain hal-hal sebagai berikut:

  • Nama dan alamat pemilik merek

Data ini harus sesuai persis dengan identitas yang kamu pakai dalam transaksi bisnis.

Ketidaksesuaian nama atau alamat antara surat merek dan dokumen bisnis lain bisa menimbulkan masalah ketika merek kamu gunakan sebagai jaminan, kamu alihkan, atau kamu lisensikan.

  • Tanggal penerimaan permohonan

Tanggal ini adalah titik awal perhitungan masa perlindungan.

Pemilik merek perlu mencatat tanggal ini dan memasukkan reminder perpanjangan jauh sebelum masa perlindungan merek berakhir.

  • Kelas barang dan jasa

Surat merek mencantumkan secara eksplisit kelas apa saja yang dicakup oleh perlindungan.

Pemilik merek yang berkembang ke lini bisnis baru sangat perlu mengecek apakah ekspansi tersebut masuk dalam kelas yang sudah terdaftar atau butuh tambah kelas.

  • Etiket merek

Gambar atau logo merek yang terdaftar akan tercantum dalam surat merek. Jika pemilik merek kemudian mengubah desain logo secara signifikan, merek tentu harus kamu daftarkan ulang.

Oposisi Selama Masa Publikasi Merek

Seperti yang sudah kita tahu bahwa masa publikasi merek adalah jendela dua bulan di mana kompetitor paling aktif memantau Berita Resmi Merek.

Perusahaan besar dengan portofolio merek yang luas sering kali punya tim atau konsultan yang secara rutin memantau publikasi merek baru untuk mendeteksi potensi konflik dengan merek yang sudah merek miliki.

Oposisi yang masuk selama masa pengumuman merek tentu juga harus direspons dalam tenggat waktu yang sudah DJKI tentukan.

Pemilik merek yang tidak merespons atau merespons dengan argumen yang lemah pastinya akan berisiko kehilangan hak pendaftarannya meskipun sudah melewati pemeriksaan substantif dengan baik.

Argumen yang paling sering digunakan dalam oposisi mencakup klaim bahwa merek yang sedang dalam proses pendaftaran punya kemiripan dengan merek yang sudah terdaftar.

Biasanya disebut juga pendaftar bertindak dengan itikad tidak baik, atau bahwa merek bertentangan dengan pihak lain yang sudah lebih dulu dikenal di pasar.

Menghadapi oposisi merek butuh kontra-argumen yang terdokumentasi. Kamu akan butuh bukti bahwa merekmu memang benar-benar beda secara visual dan fonetik, atau bukti bahwa merek sudah digunakan dalam perdagangan sebelum merek penggugat terdaftar.

FAQ

Apakah semua orang bisa melihat merek yang sedang dalam masa publikasi merek?

Ya, DJKI mempublikasikan merek dalam Berita Resmi Merek yang bisa publik akses.

Apa yang terjadi jika tidak ada oposisi selama masa pengumuman merek?

Jika dua bulan masa publikasi berjalan tanpa oposisi, maka DJKI menganggap bahwa merek yang sedang dalam pengajuan bisa DJKI proses ke tahap selanjutnya.

Bisakah pemilik merek memantau sendiri apakah ada oposisi yang masuk selama publikasi?

Bisa, lewat sistem informasi merek DJKI.

Pendaftaran Merek Itu Mudah, Asal Pilih Jasa yang Tepat!

Jangan tergiur harga murah tanpa memastikan kualitas layanan. Ketahui cara memilih jasa pendaftaran merek yang benar-benar bisa melindungi merek bisnismu dengan maksimal.

Simak Panduan Lengkapnya!

Daftarkan Merek Sekarang, Jangan Tunggu Kompetitor Lebih Dulu!

Setiap hari menunda pendaftaran merek adalah hari di mana kompetitor bisa mendaftarkan nama yang sama lebih dulu.

Sebab sistem merek di Indonesia menganut first to file alias siapa yang daftar duluan, dia yang dapat hak mereknya.

Karenanya, mari gunakan jasa pendaftaran merek terbaik dari lembaga daftar merek Jasa Merek untuk mulai proses pendaftaran merek dengan benar sejak langkah pertama. 

Semuanya demi memastikan merek kamu terbit dan bertahan sebagai aset bisnis jangka panjang!

Tasya Mandarira Avatar

Tasya Mandarira

Legal Intellectual Property Expert M.H

Ahli Sengketa Merek berpengalaman 8+ tahun di bidang hukum merek, dengan fokus pada berita merek, kasus merek, dan jurnal merek. Memiliki keahlian dalam penyusunan konten regulasi dan panduan merek mulai dari tahap pra permohonan hingga pasca permohonan.

Areas of Expertise: Berita Merek, Kasus Merek, Jurnal Merek, Pra Permohonan, Pasca Permohonan

Authors (2)

Tasya Mandarira

Primary Author
Legal Intellectual Property Expert M.H
Ahli Sengketa Merek berpengalaman 8+ tahun di bidang hukum merek, dengan fokus pada berita merek, kasus merek, dan jurnal merek.…
Artikel Terkait
Registrasi Hak Merek: Kenali Prosedur dan Jalur Resminya!

Registrasi Hak Merek: Kenali Prosedur dan Jalur Resminya!

Harga Daftar Merek 2026: Rincian Biaya Sebelum Mendaftar 

Harga Daftar Merek 2026: Rincian Biaya Sebelum Mendaftar 

Pengalihan Merek dalam Akusisi: Proses dan Risikonya

Pengalihan Merek dalam Akusisi: Proses dan Risikonya

6 Tips Daftar Hak Merek Agar Lolos Penilaian DJKI

6 Tips Daftar Hak Merek Agar Lolos Penilaian DJKI

Cara Pendaftaran Merek Mudah Biar Lolos DJKI Tanpa Ribet

Cara Pendaftaran Merek Mudah Biar Lolos DJKI Tanpa Ribet

Cek Ketersediaan Merek agar Terhindar dari Sengketa

Cek Ketersediaan Merek agar Terhindar dari Sengketa

Pendaftaran Merek Itu Mudah, Asal Pilih Jasa yang Tepat!