
Pendaftaran Merek Gagal? Bisa Jadi Salah Pilih Jasa!
Banyak layanan yang menjanjikan kemudahan, tapi tidak semua memberikan perlindungan maksimal. Ketahui cara memilih jasa pendaftaran merek yang benar agar tidak salah langkah!Lihat Panduannya di Sini!!
Jangka waktu perlindungan merek dagang adalah salah satu fakta hukum yang paling sering pemilik bisnis abaikan setelah sertifikat mereknya terbit.
Begitu sertifikatnya ada di tangan, banyak yang menganggap urusan selesai. Padahal sertifikat merek bukan perlindungan yang sifatnya permanen.
Ini adalah perlindungan berjangka yang harus segera kamu perbarui secara aktif dan kelalaian memperbarui tepat waktu bisa menghapus hak eksklusif yang sudah kamu bangun selama bertahun-tahun.
Di Indonesia sendiri, jangka waktu perlindungan merek dagang berlaku selama 10 tahun sejak tanggal penerimaan permohonan—bukan sejak tanggal sertifikat terbit.
Perbedaan ini penting karena proses registrasi merek di Indonesia bisa memakan waktu hingga berbulan-bulan lamanya, tergantung kelancaran prosesnya.
Artinya, ketika sertifikat akhirnya berhasil kamu terima, masa perlindungan yang tersisa sudah lebih pendek dari usia 10 tahun penuh.
Karena itu sebagai seorang pemilik bisnis yang aktif, kamu perlu masukkan tanggal perpanjangan merek ke dalam kalender bisnis dengan pengingat jauh di muka.
Mari pahami lebih lengkapnya mengenai bagaimana pentingnya pemilik bisnis memahami jangka waktu perlindungan merek dagang beserta strategi perpanjangannya dalam ulasan artikel di bawah berikut!
Jangka waktu perlindungan merek dagang di Indonesia mengikuti regulasi yang tersemat dalam UU Merek Nomor 20 Tahun 2016.
Di dalam aturan tersebut telah ditetapkan bawah masa proteksi merek adalah 10 tahun sejak tanggal penerimaan, dengan kemungkinan perpanjangan untuk periode perlindungan yang sama.
Sistem ini memberikan keuntungan besar bagi pemilik bisnis yang disiplin: mereknya jadi bisa terlindungi selamanya selama perpanjangannya juga konsisten.
Tak ada batasan maksimum berapa kali merek bisa kamu perpanjang.
Brand legendaris yang sudah berusia puluhan tahun bisa terus mempertahankan perlindungan hukumnya tanpa perlu mendaftarkan ulang merek dari nol, selama perpanjangannya juga tak pernah terlewat.
Meski begitu, sistem ini juga tak memberikan ruang untuk kelalaian. DJKI tak mengirim pengingat otomatis ketika masa proteksi merekmu mendekati daluwarsa. Tanggung jawab memantau dan mengajukan perpanjangan sepenuhnya ada di tangan pemilik merek.
Bisnis yang tak punya sistem pemantauan yang baik sering kali baru sadar bahwa masa proteksinya sudah habis ketika ada masalah yang memaksa mereka mengecek status merek. Satu hal lagi yang juga perlu kamu pahami adalah jangka waktu perlindungan merek dagang di Indonesia berlaku per kelas.
Kalau kamu mendaftarkan merek di tiga kelas pada waktu yang sama, maka ketiganya akan punya tanggal perlindungan dan perpanjangan yang sama.
Tapi kalau pendaftaran di kelas berbeda kamu lakukan secara terpisah di waktu yang beda, maka tiap kelas punya tanggal perpanjangannya sendiri yang perlu kamu pantau secara terpisah pula.
Memahami konsekuensi habisnya jangka waktu perlindungan merek dagang adalah cara paling efektif untuk memahami kenapa perpanjangan tepat waktu adalah prioritas bisnis, bukan sekadar kewajiban administratif.
Berikut adalah daftar yang bisa terjadi ketika masa perlindungan merekmu sudah habis, antara lain:
Begitu masa perlindungan habis dan tak kamu perpanjang, merek akan keluar dari daftar umum merek di DJKI.
Pemilik lama akan kehilangan seluruh hak eksklusif atas merek tersebut, termasuk hak melarang pihak lain menggunakannya atau mendaftarkannya atas nama mereka sendiri.
Merek yang sudah keluar dari perlindungan menjadi nama yang bebas siapapun daftarkan.
Kompetitor yang selama ini menginginkan nama brand-mu bisa langsung ajukan permohonan pendaftaran.
Pemilik merek yang terlambat memperpanjang dan ingin daftar ulang tak akan dapat perlakuan istimewa dari DJKI.
Permohonan baru akan diperlakukan sama seperti permohonan dari pihak manapun.
Perjanjian lisensi merek yang kamu tandatangani dengan mitra bisnis bergantung pada validitas merek yang kamu lisensikan.
Maka, merek yang habis masa proteksinya akan membuat seluruh struktur perjanjian lisensi jadi bermasalah secara hukum.
Perpanjangan jangka waktu perlindungan merek dagang sejatinya bisa kamu lakukan dalam dua jendela waktu yang beda dengan konsekuensi biaya yang berbeda pula.
Berikut adalah perbandingannya supaya kamu juga bisa dapat gambarannya:
DJKI membuka pengajuan perpanjangan mulai dari 6 bulan sebelum tanggal berakhirnya masa perlindungan.
Mengajukan perpanjangan di waktu ini adalah strategi terbaik karena kamu jadi punya waktu cukup untuk menangani masalah dokumen dan tidak ada biaya tambahan di luar tarif perpanjangan resmi.
DJKI juga memberikan masa tenggang 6 bulan setelah tanggal proteksi berakhir untuk mengajukan perpanjangan yang terlambat.
Meski begitu, perpanjangan dengan skenario ini bisa datang dengan denda keterlambatan yang akan menambah biaya total.
Ini adalah jendela terakhir yang masih bisa menyelamatkan merek tanpa harus daftar ulang lagi dari nol.
Kalau perpanjangan tak kamu ajukan bahkan dalam masa tenggang, maka merek akan resmi keluar dari perlindungan dan pemilik akan kehilangan hak atas merek tersebut.
Tak ada mekanisme pemulihan setelah titik ini. Satu-satunya jalan adalah daftar ulang sebagai permohonan baru dengan semua risiko yang menyertainya.
Untuk bisnis dengan portofolio merek yang besar, mengelola perpanjangan merek secara mandiri akan membawa risiko yang tak perlu ada.
Satu tanggal yang terlewat karena kesibukan operasional tentu akan bisa menghapus aset merek bernilai tinggi yang butuh waktu dan biaya besar untuk membesarkannya kembali.
Bisa, dan tanpa batas. Setiap perpanjangan memberikan perlindungan tambahan selama 10 tahun, selama kamu ajukan tepat waktu.
Permohonan akan masuk ke kategori perpanjangan terlambat dan akan biasanya akan bisa kena denda keterlambatan.
Bisa, selama tak ada pihak lain yang sudah lebih dulu mendaftarkan nama yang sama setelah merek keluar dari perlindungan.
Pendaftaran Merek Itu Mudah, Asal Pilih Jasa yang Tepat!
Jangan tergiur harga murah tanpa memastikan kualitas layanan. Ketahui cara memilih jasa pendaftaran merek yang benar-benar bisa melindungi merek bisnismu dengan maksimal.Simak Panduan Lengkapnya!
Perlindungan merek yang solid bukan hanya soal mendaftar saja. Lebih dari itu, ini soal memastikan jangka waktu perlindungan merek dagang tak pernah terputus sepanjang bisnismu berjalan.
Untuk memastikan merek bisnismu terdaftar dengan benar sejak awal dan masa perlindungannya terpantau secara aktif, mari gunakan jasa pendaftaran merek dari platform perlindungan merek terbaik di Jasa Merek.
Kamu tak hanya akan terbantu dalam hal pengurusan pendaftaran awal tapi juga akan terbantu dalam memastikan seluruh portofolio merek bisnismu terlindungi tanpa celah!