
Logo bisnis bukan sekadar gambar yang menempel di kemasan atau media sosial. Desainnya ikut membentuk kesan pelanggan terhadap brand kamu. Itu sebabnya, rebranding logo bisa jadi langkah menarik saat identitas visual mulai terasa kurang relevan.
Namun, mengganti logo bukan berarti harus membuang semua ciri khas yang sudah melekat. Lewat rebranding logo, kamu bisa menyegarkan tampilan brand sekaligus mempertahankan elemen yang membuat pelanggan tetap mengenalinya.
Nah, kalau kamu sedang mempertimbangkan perubahan logo, ada banyak inspirasi dari brand terkenal yang bisa kamu pelajari. Yuk, intip 9 kasus rebranding logo dan temukan ide yang cocok untuk perkembangan bisnismu!
Logo yang dulu terasa cocok belum tentu bisa terus mengikuti perkembangan bisnis, sehingga rebranding logo bisa membantu menyegarkan identitas visual. Lantas, kapan waktu yang tepat untuk melakukannya?
Dari contoh berikut, kamu bisa menemukan inspirasi tanpa harus meniru desain lain:
Instagram pernah menggunakan ikon kamera bergaya retro yang langsung mengingatkan orang pada fotografi. Pada 2016, Instagram memperkenalkan ikon kamera lebih sederhana dengan gradasi warna cerah yang terasa modern.
Perubahan ini menunjukkan bahwa kamu bisa mempertahankan simbol utama sambil menyegarkan tampilannya. Jadi, logo bisnis tidak harus kehilangan ciri khas hanya agar terlihat kekinian.
Mastercard menyederhanakan identitas visualnya dengan menonjolkan dua lingkaran merah dan kuning yang saling bertumpuk. Simbol tersebut tetap menjadi elemen utama, sementara tulisan Mastercard tidak lagi selalu muncul dalam penggunaan logo tertentu.
Contoh rebranding logo ini mengajarkan pentingnya simbol yang kuat. Kalau pelanggan sudah mengenali ikon bisnismu, kamu bisa mengevaluasi apakah desainnya cukup menonjol tanpa banyak elemen tambahan.
Pada 2015, Google mengganti jenis huruf logonya menjadi sans-serif yang lebih sederhana. Perubahan ini mendukung penggunaan identitas Google di berbagai perangkat, mulai dari komputer hingga ponsel dan perangkat pintar lainnya.
Pelajarannya, logo bukan cuma soal penampilan di papan nama. Kamu juga perlu memastikan desain tetap jelas ketika tampil sebagai foto profil, ikon aplikasi, atau elemen kecil pada website.
Pada 2014, Airbnb memperkenalkan simbol BƩlo sebagai bagian dari identitas barunya. Bentuk tersebut dirancang untuk merepresentasikan rasa memiliki dan keterhubungan, sekaligus memberi Airbnb simbol yang mudah digunakan dalam berbagai konteks.
Dari sini, kamu bisa belajar bahwa logo dapat membawa cerita di balik bisnis. Saat melakukan perubahan, pikirkan pesan apa yang ingin pelanggan ingat setiap kali melihat identitas visualmu.
BNI pernah memakai logo kapal layar dan gelombang pada periode 1988ā2004. Pada 2004, bank ini memperkenalkan identitas baru yang menampilkan angka 46 dan tulisan BNI dengan warna oranye serta biru kehijauan.
Perubahan ini memperlihatkan bagaimana simbol bisa berganti untuk menyesuaikan arah perusahaan. Bagi bisnismu, pastikan setiap elemen logo punya alasan yang jelas dan mendukung citra yang ingin dibangun.
Pada 2019, Gojek mengganti simbol pengendara motor dan sinyal Wi-Fi dengan logo berbentuk lingkaran yang dikenal sebagai Solv. Perubahan ini menandai perkembangan Gojek dari layanan ojek online menjadi ekosistem berbagai layanan.
Dalam proses rebranding logo design, kamu juga perlu mempertimbangkan arah bisnis ke depan. Jika layanan makin beragam, identitas visual sebaiknya tidak terlalu membatasi persepsi pelanggan pada satu produk saja.
Pertamina memperkenalkan logo baru pada 2005 dengan bentuk geometris yang terdiri dari tiga elemen berwarna hijau, biru, dan merah. Identitas ini berbeda dari logo kuda laut yang digunakan sebelumnya.
Contoh ini bisa jadi inspirasi jika kamu ingin membawa bisnis ke babak baru. Pilih bentuk dan warna yang mendukung citra perusahaan, lalu terapkan secara konsisten agar pelanggan mudah mengenali identitas barunya.
Pada 2023, Pepsi memperkenalkan logo baru yang menempatkan tulisan Pepsi di tengah simbol lingkaran ikoniknya. Desain ini mengambil inspirasi dari identitas klasik, tetapi menggunakan pendekatan visual yang lebih tegas untuk kebutuhan masa kini.
Dari Pepsi, kamu bisa melihat bahwa pembaruan logo tidak harus dimulai dari nol. Mengangkat kembali elemen yang familiar bisa menjadi pilihan ketika kamu ingin menyegarkan brand tanpa memutus hubungan dengan pelanggan lama.
Pada 2021, Burger King memperkenalkan identitas visual baru setelah lebih dari 20 tahun. Logo barunya kembali mengusung gaya klasik dengan tulisan di antara dua bentuk menyerupai roti, tanpa aksen biru seperti versi sebelumnya.
Langkah ini menarik karena desain modern tidak selalu harus futuristik. Kalau bisnis kamu punya sejarah panjang, elemen klasik justru bisa memperkuat karakter brand dan membangun kesan akrab.
Supaya proses logo rebranding berjalan lebih terarah, kamu bisa mengikuti beberapa langkah sederhana berikut:
Beri tahu pelanggan alasan perubahan agar mereka tetap mengenali brand kamu.
Kalau logo lama sudah terdaftar sebagai merek, proses rebranding logo perlu memperhatikan hal-hal di bawah ini:
Rebranding biasanya menjadi bagian dari strategi memperbarui identitas brand, sedangkan ganti logo bisa sebatas perubahan tampilan tanpa mengubah arah bisnis.
Tidak. Kamu bisa memperbarui warna, simbol, tipografi, atau komposisi logo tanpa mengganti nama brand.
Belum tentu. Perlindungan merek bergantung pada merek yang terdaftar dan ketentuan yang berlaku. Karena itu, evaluasi kebutuhan pendaftaran atau perubahan administrasi sebelum memakai logo baru.
Rebranding logo bisa menjadi langkah tepat untuk menyegarkan identitas bisnis dan mengikuti perkembangan pasar. Namun, pastikan desain baru tetap mencerminkan karakter brand dan mudah dikenali pelanggan.
Nah, agar prosesnya lebih terarah, percayakan kebutuhan perubahan merek kepada Jasa Merek. Tim Jasa Merek siap membantu kamu memahami proses dan persyaratan yang diperlukan sesuai kondisi merek.
Yuk, kunjungi layanan Jasa Merek dan siapkan langkah berikutnya untuk bisnismu!